Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

40. Langkah Dalam Sunyi.

1.2K 106 21
                                        

Beberapa bulan berlalu, Wang Jeno akhirnya kembali menginjakkan kaki di tanah Joseon. Tanpa menunda, ia memerintahkan seluruh prajurit untuk menggeledah kediaman Mentri Kim dan Hakim Choi. Kedua orang itu, dengan tangan terborgol, diseret ke penjara bawah tanah yang dingin dan lembap, di bawah pengawasan ketat Jendral Lee Minhyung, sang pengawal pribadi Putra Mahkota Wang Jeno.

Di kedalaman penjara yang remang-remang, sang pangeran tengah menginterogasi kedua tahanan itu. Emosinya bergejolak tak terkendali saat Mentri Kim mencoba mengelabuinya dengan kebohongan. Dengan amarah yang membara, ia menendang dada Mentri Kim dengan keras, matanya memancarkan tatapan nyalang yang menusuk jiwa.

“Dimana Yoon Jaemin?!” bentak Jeno, suaranya menggema di antara dinding-dinding batu yang bisu.

Mentri Kim membungkam, tubuhnya gemetar hebat, matanya bergerak gelisah dan ketakutan.

“Siapapun yang mengatakan kebenaran terlebih dahulu, dia akan hidup. Satu kebohongan saja, maka keluargamu akan terlibat!” ucap Jeno lagi, nadanya dingin dan mengancam.

“Cepat jawab pertanyaan Putra mahkota!” Jendral Lee mendesak kedua orang itu dengan pedangnya.

“Yang mulia! Tolong ampuni aku, aku benar-benar tidak tahu apa-apa!” Mentri Kim bersujud di atas lantai batu yang dingin, memohon ampunan dari sang penguasa dengan suara bergetar.

“Aku tahu mengikutimu pasti akan membawa bencana cepat atau lambat, aku sudah katakan padamu untuk tidak menyakiti orang lain, tapi kau tidak bisa menyembunyikan kebenaran untuk selamanya!” Hakim Choi, yang sedari tadi menundukkan kepala dalam ketakutan, akhirnya membuka suara, memecah kesunyian yang mencekam.

“Yang mulia! Aku akan mengaku! Hari itu kami bertemu dengan Yoon Jaemin yang sudah tidak sadarkan diri di hutan di pinggiran kota. Dia menyimpan niat jahat dan ingin membunuh Yoon Jaemin. Dia membawanya ke lembah kematian yang jaraknya lebih dari sepuluh mil dan melemparkannya ke jurang.” Hakim Choi menuturkan pengakuannya dengan suara ketakutan yang kentara. Karena takut akan ancaman dan hukuman dari Wang Jeno, ia akhirnya menyerah dan mengungkap kebenaran yang selama ini disembunyikannya.

Mendengar pengakuan itu, Mentri Kim langsung membelalakkan matanya, menatap tajam ke arah Hakim Choi dengan amarah yang membara. “Omong kosong! Siapa yang membawanya kesana secara pribadi?! Itu kau, dasar bodoh! Kau iri pada Yoon Jaemin, jadi kau melakukan hal yang keji dan memintaku untuk melindungi mu!” sangkal Mentri Kim, berusaha memutarbalikkan fakta.

Hakim Choi menoleh dengan wajah terkejut, menatap tak percaya ke arah Mentri Kim. “Apa?! K-kau memutar balikkan fakta!” sahut hakim Choi tak terima dengan tuduhan itu.

“Kau takut Yoon Jaemin akan mengambil alih jabatan resmimu, dan kau yang memerintahkan ku!” lanjut hakim Choi, berusaha membela diri.

“Kau pembohong! Dasar bajingan!” Mentri Kim menarik kerah baju Hakim Choi, amarahnya meledak karena merasa terpojokkan.

Wang Jeno, yang menyaksikan pertikaian itu, tak menunggu lama untuk memberikan perintah kepada Jendral Lee Minhyung.

“Jendral Lee! Keluarkan dekrit hukuman untuk mereka berdua. Hakim Choi akan dilucuti dari jabatan resminya dan akan di asingkan sejauh seribu mil.” ucap Wang Jeno dengan tegas, tanpa sedikit pun keraguan.

“Mentri Kim akan di eksekusi hari ini, tubuhnya akan dipajang di gerbang kota sebagai peringatan. Keluarganya dilarang memasuki ibu kota, selama beberapa generasi, dan mereka dilarang mengikuti ujian kerajaan!” Mentri Kim terkejut dengan keputusan sang Putra Mahkota.

“Ya! Yang mulia!” Jendral Lee Minhyung dengan sigap langsung menundukan kepalanya tanda jika ia siap.

“Y-yang mulia, anda harus mendengarkan penjelasan saya!”

Broken Vows || NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang