Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

43. Titah Sang Raja

634 62 5
                                        

Kaisar Shen menghentikan langkah Wang Jeno yang hendak kembali ke kamarnya. Putra mahkota Joseon itu terpaksa berhenti dan menatap Shen Luo dengan sengit penuh kebencian.

“Aku rasa kau harus meninggalkan Yoon Jaemin.” ucap Kaisar Shen yang langsung membuat Wang Jeno menegakkan kepalanya.

“Kau tidak memenangkan pertaruhan ini, Kaisar Shen. Akulah yang sudah menemukan Yoon Jaemin.” jawab Wang Jeno, suaranya tajam bagai belati.

Shen Luo menatapnya sengit, tidak menerima pernyataan Wang Jeno yang menurutnya salah. “Aku yang mengetahui kediaman Hao Ran sehingga kita bisa menemukan Yoon Jaemin!” balasnya, tidak terima.

“Itu hanya kebetulan, kau bahkan tidak bisa mengenali tulisan tangan Yoon Jaemin. Jika aku tidak melihat hadiah kaligrafimu itu, Yoon Jaemin tidak akan ditemukan sampai saat ini! ” Geram Wang Jeno.

“Jangan berkonfrontasi denganku Kaisar Shen, atau aku akan bertindak diluar dugaanmu.” lanjutnya, ia mengibaskan lengan hanboknya sebelum akhirnya pergi dari hadapan Kaisar Shen.

Shen Luo terdiam ditempat, menatap punggung lebar Wang Jeno dengan perasaan kesal.

***

Di dalam kamarnya, Wang Jeno berdiri menatap keluar jendela, entah memikirkan apa, dan tak lama dari itu Jendral Lee Minhyung menyusul masuk, memudarkan lamunan sang tuan dengan suaranya yang tiba-tiba.

“Ada apa Jendral Lee?” tanya Jeno tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.

“Yang mulia Raja baru saja mengirimkan surat yang berisi perintah agar anda segera kembali ke Joseon, Pangeran Wang.” ucap Jendral Lee.

Wang Jeno terdiam sejenak, nafasnya terdengar berat namun wajahnya masih nampak tenang. “Kalau begitu kita harus segera kembali.” jawabnya, membuat Jendral Lee sedikit ragu dan bingung.

“Tapi, bagaimana dengan Putri mahkota?” tanya Lee Minhyung. Tidak mungkin pria itu akan meninggalkan pujaan hatinya disini, bukan?

“Yoon Jaemin akan aman disini. Perintahkan semua prajurit untuk bersiap, kita akan pergi besok pagi.” perintah dari Jeno dan langsung di angguki oleh Jendral Lee. Apakah Jeno sudah menyerah dengan usahanya untuk membawa kembali Putri mahkota?

Wang Jeno kembali menoleh ke arah jendela, pria itu mendongakkan kepalanya untuk melihat ke atas langit yang gelap. Cahaya bulan nampak begitu terang, namun wajah Putra mahkota yang biasanya selalu cerah dan terang seperti bulan kini meredup, memperlihatkan kegundahan hatinya.

Wang Jeno tidak pernah sekalipun merasakan kegelisahan seperti ini. Tapi sekarang, semenjak hatinya tertuju kepada Yoon Jaemin, pria itu tidak bisa mengendalikan perasaannya. Bahkan saat Yoon Jaemin dengan terang²an menolaknya, mengusirnya dan membencinya, Wang Jeno justru semakin terjerat dalam rasa cintanya yang semakin tumbuh.

Cara apa yang harus ia lakukan untuk mengambil kembali perhatian Yoon Jaemin untuknya? Apakah dewa tengah menghukum dirinya yang sudah berbuat kejam selama ini, dan percaya jika ini adalah karma untuknya? Yoon Jaemin— laki-laki itu sudah berhasil membuat Wang Jeno menyesal dan merasakan sakitnya di abaikan dan di benci.

***

Matahari sudah muncul dari peradabannya, dan pasukan Wang Jeno sudah siap untuk segera kembali ke Joseon. Putra mahkota sedang berbincang dengan Kaisar Shen untuk berpamitan dan mungkin juga dengan sedikit peringatan untuk Shen Luo.

Broken Vows || NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang