Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

12. Rela Menahan Semua Hinaan.

2K 148 10
                                        

Yoon Jaemin melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan Wang Jeno. Ia telah menunggu lama kedatangan Putra mahkota di kamarnya, tapi rupanya laki-laki itu tak kunjung datang menemuinya setelah perburuan.

Yoon Jaemin sudah rapi dengan pakaian hanbok merah muda nya, wajahnya juga terlihat lebih segar dari sebelumnya. Ia bertanya pada beberapa pelayan yang lewat dan penjaga yang berada di luar.

“Dimana Putra mahkota?” Tanya nya.

“Putra mahkota sedang bersama Zhi-ssi, Yang Mulia.” Jawab seorang pelayan dan Yoon Jaemin langsung melunturkan senyumanya.

“Dia bersama dengan Zhi Fengyu?”

“Ya, Yang Mulia. Saya dengar jika mereka akan menghabiskan malam bersama.” Pelayan itu menundukkan kepala dan tangannya sedikit mengerat karena takut jika Yoon Jaemin menjadi marah mendengar hal itu.

Akan tetapi, laki-laki cantik itu tidak menunjukan ekspresi kesal atau marah. Ia justru tersenyum, namun senyuman yang menunjukkan kepahitan.

Yoon Jaemin berdiri di depan tenda, dengan hati gelisah karena takut jika Jeno akan menolaknya. Tapi, ia harus memberitahu undangan itu dan mengajaknya untuk kembali ke istana.

“Sepertinya kita telah kedatangan tamu, Yang Mulia.” Ucap Zhi Fengyu saat Yoon Jaemin masuk dan berdiri di sana, melihat suaminya tengah bersantai dengan orang lain.

Suara musik yang cukup keras mengganggu gendang telinga Jaemin, ia berdiri berhadapan dengan kedua orang itu. Wang Jeno menatapnya bengis, terlihat dari wajahnya yang dipenuhi tanda tanya atas kedatangannya.

“Apa yang membuat mu datang kesini?”

“Jeno, Ayah baru saja mengirimkan undangan untuk kita. Saudara sepupu ku baru saja melahirkan seorang putra, dia mengundang kita untuk datang ke perjamuan bersama keluarga ku di kediaman Yoon.” Jelas Yoon Jaemin.

“Pergi ke kediaman Yoon?”

“Ini hanya untuk menyapa mereka.” Jawab Jaemin.

Wang Jeno terdiam, ia memeluk pinggang Zhi Fengyu yang duduk di pangkuannya dan sibuk menyuapkan buah anggur kedalam mulutnya.

“Kau ingin aku menemanimu dan berpura-pura jika kita saling mencintai?” Sarkas nya.

“Apa aku akan percaya jika kau tidak akan mengadukan ku kepada keluarga Yoon?”

“Yoon Jaemin, kau bermuka dua...” Lanjutnya.

Jaemin hanya bisa terdiam saat Wang Jeno terus berprasangka buruk padanya. Tidak ada satu pun hal yang membuat Jeno percaya padanya, seolah ia adalah sesuatu yang begitu buruk di mata Wang Jeno.

“Baiklah, jika begitu aku akan pergi sendiri...” Dengan suara datar dan wajah ditekuk Jaemin hendak pergi dari ruangan itu.

“Tidak. Bukan begitu, kenapa harus begini? Kenapa aku... tidak bahagia?”

Wang Jeno membatin, laki-laki itu berperang dengan pikirannya sendiri. Setelah menolak Yoon Jaemin, ia merasa bersalah dan tidak membenarkan tindakannya. Tapi, ia tetap pada pendiriannya untuk terus mempermainkan Jaemin. Entah apa tujuan sebenarnya memperlakukan Jaemin seperti itu, Wang Jeno sendiri tidak bisa mengerti isi hatinya.

“Berhenti!” Wang Jeno berdiri dari duduknya. Laki-laki itu menarik lengan Yoon Jaemin hingga tubuh yang lebih kecil itu terpaksa berbalik dan menubruk dada bidang Wang Jeno.

“Aku mengizinkanmu pergi, tapi aku punya syarat.”

“Apa yang bisa kau lakukan untuk membalas ku?” Tanya Wang Jeno pada Jaemin.

Broken Vows || NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang