Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

29. Puding Sakura

1.7K 139 9
                                        

“Putri mahkota, nama keluargamu sebenarnya bukan Yoon, melainkan Yu. Keturunan Kaisar dari dataran tengah.” bisik Zhi Fengyu dengan nada penuh rahasia.

Yoon Jaemin terdiam, terpaku dalam kebingungan yang mendalam. Ia bertanya dalam hati, apakah harus mempercayai kata-kata itu? Namun jika benar, apakah takdir hidupnya ternyata jauh lebih rumit dan penuh liku?

“Ayahmu meninggal dalam keadaan mengenaskan dalam medan perang pada saat itu,” lanjut Zhi Fengyu, suaranya bergetar oleh dendam yang membara.

“Ibumu juga tidak bisa kabur dari peperangan itu. Akar dari peperangan tersebut disebabkan oleh Raja dan Wang Jeno. Jika bukan karena mereka, kau akan menjadi orang yang paling di hormati di dunia ini...” kata Zhi Fengyu, nadanya penuh kepahitan dan amarah yang dalam.

“Apa kau tidak membencinya? Jangan lupakan itu, keluarga kerajaan harus membayar semuanya, kau harus balas dendam!” serunya, mencoba menanamkan kebencian dalam jiwa Jaemin.

Namun, Jaemin bukanlah sosok yang mudah terbakar oleh api dendam. Dalam hatinya tak pernah tumbuh sedikit pun rasa licik atau kejam. Semua ini adalah takdir yang harus ia terima.

“Aku benci diriku sendiri yang lahir di keluarga yang salah.” ucap Yoon Jaemin dengan suara pelan, menolak dibutakan oleh kebencian seperti mereka. Ia telah menerima, jika tidak dipertemukan dengan Wang Jeno, itu adalah jalan hidup yang tak terelakkan.

“Menurutku, kau tidak bisa seperti itu. Itu adalah tindakan pengecut dan ketidakmampuan, kau tahu itu.” balas Zhi Fengyu dengan sinis.

Namun Jaemin tak menggubris kata-kata itu. Ia mengeluarkan selembar kertas dari lengan hanboknya, menatap Zhi Fengyu dengan tenang.

“I-ini...” Zhi Fengyu menerima dengan tatapan bingung.

“Sebelum kau meracuni Raja, aku meminta kementrian rumah tangga untuk menghapus status budakmu...” ujar Jaemin, seolah menorehkan harapan baru di tengah gelapnya masa lalu.

“Aku pikir, kalian berdua saling mencintai, jadi aku melepaskan Wang Jeno dan membiarkan kalian bersama secara resmi.” Yoon Jaemin menghela napas panjang, menyerah pada perasaannya sendiri. Ia ingin mengakhiri hubungan itu setelah perayaan ulang tahun Raja, dan malam itu, tragedi yang terjadi semakin menguatkan tekadnya untuk benar-benar melepaskan Jeno.

“Tcihh... saling mencintai katamu? Apa kau pikir selama ini dia juga mencintaiku? Kau salah, karena aku tahu dari awal dia hanya mencintaimu.” Zhi Fengyu tertawa sinis, suaranya penuh ejekan.

“Kau salah, dia tidak pernah mencintaiku, dia selalu menyiksaku dan selalu mengatakan jika dia tidak pernah mencintaiku.” balas Yoon Jaemin dengan nada lirih, hatinya penuh luka.

“Terserah padamu. Aku masih tidak menyangka kau dengan mudah ingin melepaskannya untukku. Hahh... aku benar-benar tidak percaya, kau memiliki hati sebaik ini.” Zhi Fengyu menjatuhkan tubuhnya ke lantai batu, termangu, tertunduk lesu. Rasa malu menguasai dirinya atas kata-kata yang baru saja diucapkannya.

“Seseorang tidak seharusnya hidup dalam kebencian, apa kau bisa memberitahuku siapa nama aslimu?” Tanya Jaemin, ia menyentuh bahu rapuh Zhi Fengyu dengan lembut.

“Sebelum kau mati, setidaknya ada seseorang yang tahu nama aslimu.” lanjut Jaemin dengan suara penuh harap.

“Aku hampir lupa dengan nama asliku,” jawab Zhi Fengyu pelan.

“Namaku... nama ku adalah Zhi Yuan Yue. Dalam bahasa negaraku, artinya adalah bulan mulia. Itu adalah harapan Ayahku...” Suaranya bagai tetesan darah yang jatuh dalam kubangan kegelapan. Jaemin merasakan betapa dalam dendam dan luka yang menggerogoti jiwanya.

Broken Vows || NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang