32. Penyesalan Sang Tiran

1.8K 146 25
                                        

“Sekarang... tidak ada satu pun dalam diriku yang berhubungan denganmu, Wang Jeno...”

Kata-kata itu bagaikan petir menyambar di siang bolong, menancap dalam-dalam ke jantung Jeno. Semua ini tak boleh terjadi—Yoon Jaemin tak boleh meninggalkannya, tak boleh membiarkan jarak memisahkan mereka.

“Kau... ingin memutuskan hubunganmu denganku dan tidak perduli dengan apapun, Jaemin?” tanya Jeno dengan suara yang tertahan, amarah dan kecewa bergolak bersamaan dalam lubuk hatinya.

“Haah... apa itu Putra mahkota? Bahkan Putra mahkota tidak bisa mempertahankan seseorang.” bisikan-bisikan mengejek itu menusuk telinga Wang Jeno, membuatnya terdiam, malu membara di kulitnya, dan hatinya terasa terbakar. Kedua tangannya terkepal erat, rahangnya menegang menahan emosi.

“Yoon Jaemin... ini bukan perceraian! Apa kau mendengarku?!” teriak Wang Jeno dengan suara menggema, urat lehernya menonjol jelas oleh kerasnya teriakan.

Yoon Jaemin hanya menundukkan kepala, jari-jarinya terus menekan luka di lengannya. Matanya memanas, air mata bening mengalir pelan membasahi pipinya tanpa suara.

“Apakah ada perbedaan dengan hal itu Yang mulia?” tanya Jaemin lirih.

“Ayo pergi, Su-Ah...” ia berdiri dan meninggalkan aula persidangan sebelum Jeno membalas pertanyaannya.

'Prang!!

Wang Jeno membanting pohon lilin di dekatnya dengan kasar, suara dentuman itu menggema memenuhi ruangan, menambah ketegangan yang membara.

“Yoon Jaemin!!” teriaknya.

“Aku akan menunggumu di kediaman Jinseon dan menunggumu meminta maaf!!” bentak Jeno, suaranya bergemuruh penuh putus asa.

“Yoon Jaemin, jika kau tidak kembali artinya kau memiliki nyali yang besar, kau mendengarku!!” teriak Jeno dengan suara menggelegar yang memenuhi aula Changdeokgung, namun semua itu bagaikan angin lalu bagi Yoon Jaemin. Pria itu tak peduli seberapa dalam amarah Wang Jeno, hatinya sudah memilih jalan yang tak bisa diubah lagi.

***


Di ruang kerja Raja Taeso, Wang Jeno terus mondar-mandir dengan gelisah di hadapan sang Ayah, membuat Raja merasa jengah melihat kegelisahan putra tunggalnya itu.

“Sepertinya ayah mertua Yoon Ryeong yang memintanya untuk bercerai denganku.” terka Jeno dengan nada penuh penolakan, hatinya masih sulit menerima kenyataan pahit itu.

“Jeno... kau harus mampu untuk melepaskan Yoon Jaemin, kau harus menerimanya karena perbuatan mu sendiri. Bahkan jika pernikahanmu tidak berhasil, kau harus memberinya martabat dan memperbaiki nama baik untuk dirimu sendiri.” ujar sang Raja dengan suara lembut namun tegas, memberi nasihat yang penuh kebijaksanaan kepada putranya.

“Kenapa ayah selalu melindungi Yoon Jaemin dan keluarganya?!” bentak Wang Jeno dengan amarah yang masih membara, tak terima bila sang Ayah lebih membela laki-laki itu.

“Tetap saja, mereka-- ” ucapan Jeno terpotong oleh suara tegas Raja Taeso yang meletakkan kuasnya dengan kasar di atas meja.

“Karena kau bersalah.” kata Raja dengan nada yang tak bisa ditawar.

Wang Jeno menatap sang Ayah dengan pandangan bingung dan terluka. “Aku... aku bersalah?” tanyanya ragu, lalu melangkah maju mendekati meja kerja Raja, memukulnya dengan kedua tangan penuh emosi.

“Ayah, Yoon Jaemin menceraikanku didepan banyak orang. Dia pergi begitu saja, apa aku tidak seharusnya marah?!” protesnya.

Broken Vows || NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang