"Akh! Jeno lepaskan tangan ku, ini sakit..."
Jaemin merintih kesakitan saat pergelangan tangannya di cekal begitu kuat oleh Jeno dan ditarik nya menuju istana Jinseon. Laki-laki berbadan besar itu tak menggubris dan terus berjalan lurus kedepan.
Saat keduanya telah memasuki istana Jinseon, Wang Jeno membawa Jaemin untuk masuk kedalam kamar yang sudah dihias itu dan melemparkan tubuh kecil Jaemin ke alas tidur. Jeno mengungkung tubuh Jaemin dan mencium leher lelaki cantik itu. Jaemin terus merintih dan berusaha mendorong Jeno, namun suaminya itu jauh lebih kuat daripada dirinya.
Jeno dengan brutal menggigit dan menyesap leher jenjang Jaemin, memberikan tanda ungu kemerahan di kulit mulus nya. Jeno menarik tali Jeogori yang dikenakan Jaemin dan membukanya lebar, kemudian bibirnya mencumbu dada bagian atas dan turun kebawah sampai ke puting merah muda laki-laki cantik itu.
"Mhh... h-hentikan Jeno... tolong berhenti..." Jaemin memejamkan mata sembari mendongak, perasaan aneh yang belum pernah ia rasakan itu menganggu dirinya akan rasa geli yang disebabkan sapuan lidah Jeno pada puting nya.
"Hah... ngh..." Desahannya semakin tak tertahan, Jeno benar-benar menggodanya. Lidah suaminya itu bergerak cepat hingga membuat tubuhnya terasa panas.
"Akh! Jangan seperti ini Jeno..."
Cumbuan Wang Jeno semakin turun kebawah, ia mengecup perut bagian bawah Jaemin dan tangannya hendak membuka Baji atau celana Jaemin. Namun, Jaemin langsung menahan tangan Jeno dan mendorong dada bidang laki-laki itu. Napas Jeno menjadi sangat berat dan juga terengah.
"Kenapa kau menghentikan ku? Bukan kah ini yang kau inginkan?"
"Akh... tidak Jeno, jangan seperti ini..." Rintih nya saat Jeno dengan kasar membuka celana dalam Jaemin dan menampakkan kemaluannya yang sudah menegang.
"Jangan seperti ini katamu? Lihatlah... bagian ini bahkan sudah berdiri tegak." Jeno tersenyum miring, ia mendecih saat melihat Jaemin terangsang karena perbuatannya.
"Kau benar-benar seorang pelacur, Yoon Jaemin..."
Jaemin menutup matanya menggunakan lengannya. Ia benar-benar sudah dipermalukan. Memang benar ini yang di inginkan Jaemin, tapi bukan dengan cara yang kasar dan terpaksa seperti yang dilakukan Jeno barusan. Jaemin ingin malam pertama nya dipenuhi oleh perasaan cinta, dan melakukannya atas dasar cinta. Laki-laki itu terisak, dan menangis di hadapan Jeno.
"Tolong tinggalkan aku sendiri, Jeno..." Lirih nya dan masih menutup matanya.
Wang Jeno mengerutkan kening tajam dan menatap tak percaya pada tubuh yang sudah di sentuh nya itu.
"Apa kau benar-benar ingin mempermainkan ku?"
"Kau tidak bisa menghentikan apa yang sudah kau mulai, Jaemin. Kau adalah istri ku dan mulai sekarang kau akan memberikan tubuh mu ini padaku. Suka ataupun tidak, kau harus melayani ku." Ucap Wang Jeno dengan suara tajam nya.
Melihat Jaemin yang terisak pun ia tidak perduli. Wang Jeno melepaskan pakaiannya satu persatu dan kembali mengusung Jaemin. Ia raih tangan Jaemin dan menyingkirkannya agar tidak menutupi mata Jaemin. Jaemin menoleh kesamping dan terus memejamkan mata, ia tidak ingin melihat wajah kejam Jeno.
"Apa yang kau lakukan, Jaemin? Buka matamu!" Perintah nya.
Jaemin mau tak mau harus membuka kedua matanya. Tatapannya terpaku pada kedua netra kelam Wang Jeno. Pemandangan tubuh kekar Jeno yang dibanjiri keringat membuat dada Jaemin berdetak cepat. Meskipun ia tidak menyukai cara ini, tapi Jaemin tidak bisa berbohong jika ia suka melihat tubuh Wang Jeno yang berada di atas nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Vows || Nomin
FanfictionSeharusnya malam pernikahan Yoon Jaemin menjadi malam yang paling indah selama hidupnya. Namun, apa yang dia dapatkan saat Wang Jeno justru membawa budak laki-laki untuk lebih dinikmati? •Bxb •Homophobia DNI! •Historical fiksi •Tidak sesuai dengan s...
