Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

41. Terjebak di Luoyang.

1.3K 100 17
                                        

Bayi mungil itu menggeliat perlahan, bibir ranumnya bergerak lucu saat Yoon Jaemin menyuapkan roti kukus yang telah dihaluskan ke dalam mulut kecil itu. Bayi itu tumbuh semakin tampan, mewarisi ketampanan yang tak disadari Jaemin begitu mirip dengan Wang Jeno-mantan suaminya.

"Aku tidak pernah mengira jika aku mendapat takdir ini, takdir yang selama ini selalu diragukan oleh Jeno dan juga diriku sendiri. Aku tidak ingin dia tahu tentang Ji-Sung atau menemukan ku, aku harus menemukan cara untuk melewati pos perbatasan. Begitu kita memasuki wilayah Luoyang, segalanya akan terasa lebih mudah." gumam Jaemin pada dirinya sendiri, suaranya lirih bagai desahan angin.

"Namun, Yang mulia telah mengeluarkan banyak surat perintah untuk menemukanku, dan pos pemeriksaan dijaga ketat. Apa yang harus kulakukan..." Yoon Jaemin melangkah pelan, pikirannya berkecamuk mencari jalan keluar dari ibu kota yang kini terasa begitu mengancam.

Sementara itu, tanpa disadari Yoon Jaemin, sepasang mata telah mengamatinya sejak tadi. Seorang pria berbadan tegap, dengan kumis tebal menghiasi wajahnya dan pakaian yang jelas bukan berasal dari Joseon, berdiri di depan sebuah kedai dengan seekor kuda gagah di sisinya.

"Orang Joseon itu meskipun terlihat kotor tapi sebenarnya memiliki penampilan yang cukup cantik..." gumam pria itu, matanya tak lepas dari sosok Yoon Jaemin.

"Apa kau mencoba menjual tulisan mu untuk mendapat makanan?" tanya pria itu tiba-tiba, memecah lamunan Yoon Jaemin.

Jaemin tersentak kaget, terkejut dengan kehadiran orang asing yang tiba-tiba menghadang jalannya. "A-aku menulis dengan cukup baik, mungkin aku bisa menulis syair untukmu. Tahun baru semakin dekat, mungkin syairku bisa menjadi hadiah yang berguna." jelas Jaemin dengan nada gugup.

Pria itu menyunggingkan senyum tipis, sambil ber-oh ria ia mengulurkan tangannya menyentuh pipi Yoon Jaemin yang terasa halus bagai sutra. Namun, Jaemin dengan sigap menghindar, hatinya berdebar tak karuan.

"Jangan takut, kau terlihat sangat muda, apa tulisan mu benar-benar sebagus itu?" tanya pria itu sambil terkekeh pelan, matanya menelisik setiap inci wajah Yoon Jaemin dengan tatapan penuh minat.

Yoon Jaemin, yang mulai diliputi rasa tidak nyaman, terdiam sejenak sebelum akhirnya menolak tawaran itu dengan nada ketus. "Aku tidak akan menjualnya lagi, maaf."

Saat Yoon Jaemin hendak beranjak pergi, pria itu dengan sigap mencekal pergelangan tangannya. "Tunggu... kau mungkin tidak akan kelaparan karena tidak makan, tetapi anak kecil ini? Berapa hari dia bisa bertahan hidup tanpa makan?" Ucapan itu bagai petir yang menyambar, membuat Yoon Jaemin tertegun membisu.

"Aku Hao-Ran dari Luoyang. Aku berbisnis disini, tetapi aku tidak bisa membaca karakter Hanja dan telah menderita banyak kerugian karenanya." ujar Hao Ran menjelaskan maksud kedatangannya.

"Bagaimama dengan ini, aku akan mempekerjakanmu untuk mengajariku karakter Hanja. Sebagai gantinya aku akan memberikanmu uang dan makanan." lanjutnya, menawarkan sebuah kesempatan yang sulit untuk ditolak.

"Aku punya banyak unta di rombonganku, susu unta bahkan lebih baik dari susu sapi, susu unta dapat menyehatkan bayi kecilmu." pria itu menunjuk ke arah rombongan unta di belakangnya, berusaha meyakinkan Yoon Jaemin.

Yoon Jaemin terdiam, benaknya berkecamuk. Ia teringat akan perkataan Kaisar Shen tentang keramahan dan ketulusan hati orang-orang Luoyang.

"Dilihat dari nada bicaranya, dia tidak tampak seperti orang jahat. Lagipula Ji-Sung tidak bisa terus bertahan hidup dengan roti kukus bersamaku..." batin Jaemin, menimbang-nimbang tawaran itu.

"Bisakah kau membantuku melewati pos penjagaan?" tanya Jaemin, menyelidik kesungguhan Hao Ran.

"Tentu saja, satu-satunya alasan aku dapat menjalankan bisnis dengan lancar setiap saat adalah karena aku memiliki koneksi yang tepat." jawab Hao Ran dengan yakin.

Broken Vows || NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang