Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

39. Perjalanan Menuju Luoyang.

1K 82 9
                                        

Setelah mendengar kabar mengejutkan dari Menteri Kim, Jeno tak membuang waktu. Dengan langkah cepat, ia mengumpulkan beberapa prajurit setianya. Mereka berangkat malam itu juga, menembus gelapnya malam menuju Luoyang, berharap menemukan Jeamin yang telah hilang.

Perjalanan panjang itu melelahkan. Angin dingin malam menyusup ke tulang, dan bayangan pepohonan yang bergoyang menambah suasana mencekam. Saat malam semakin larut, rombongan Jeno tiba di sebuah lembah yang sunyi dan sepi. Para prajurit saling berpandangan dengan ragu, merasakan aura yang aneh dan tak nyaman.

Pasukan itu beristirahat sejenak, namun keheningan lembah itu seperti menelan setiap suara, membuat hati mereka semakin berat. Beberapa prajurit saling bertukar pandang, bulu kuduk mereka berdiri, dan napas mereka terasa berat.

Lembah itu tampak biasa saja di bawah sinar bulan, namun ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan. Heukcheol, kuda hitam kesayangan Jeno, mulai gelisah. Ia mengangkat kepala, telinganya bergerak-gerak menangkap suara-suara yang tak terdengar oleh manusia. Tubuhnya sedikit bergetar, membuat beberapa prajurit ikut merasakan hawa dingin yang menusuk.

Jeno merasakan hal yang sama. Ia mengelus leher Heukcheol dengan lembut, mencoba menenangkan kuda itu, sekaligus dirinya sendiri. "Kau sudah bekerja keras, ayo kita lanjutkan perjalanan kita, Heukcheol," ucapnya pelan, suaranya penuh keteguhan.

Setelah beberapa saat, Jeno mengayunkan kendali, memanggil Heukcheol untuk melanjutkan perjalanan. "Ayo, waktunya kita lanjutkan," ucapnya lagi dengan suara tegas, meski dalam hatinya masih terselip kegelisahan.

Sementara itu, di balik bayang-bayang gelap lembah, dua sosok asing muncul perlahan. Mereka mengenakan pakaian lusuh dan sederhana, tampak seperti warga biasa yang mencoba menghindari perhatian. Salah satu pria, dengan mata tajam dan suara berat, bertanya pada rekannya, "Tuan, apa kau yakin ingin meninggalkan istrimu di tempat terpencil ini?"

Pria yang dipanggil "tuan" itu mengangguk pelan, wajahnya penuh beban. Mereka membawa sesuatu yang dibungkus tikar lusuh-sebuah mayat yang berat dan dingin.

"Aku tidak sengaja menusuknya," ucap si tuan dengan suara penuh penyesalan dan amarah. "Emosiku meledak setelah tahu dia selingkuh di belakangku."

Orang yang bersamanya mengerutkan dahi. "Tapi setidaknya kita harus mengkremasinya. Bagaimana jika seseorang menemukannya?"

Si tuan tertawa dingin, langkahnya mantap saat meletakkan mayat itu di tanah. "Apakah kau lihat tempat ini bersih dari jejak mayat? Hanya tulang belulang yang tersisa di sini. Tidak ada yang berani datang ke lembah ini. Jika ada, tempat ini tidak akan menjadi tempat terkutuk!"

"Namun tuan-"

"Cukup!" potong si tuan. "Ayo cepat. Tempat ini dipenuhi energi yang tidak menyenangkan."

Mereka berdua segera menyingkir, meninggalkan mayat itu di tengah lembah yang sunyi dan penuh rahasia. Suasana lembah yang dingin dan gelap seolah menelan jejak mereka, menyimpan misteri yang tak terucapkan.

Tanpa disadari, di bawah jasad sang istri yang terbujur kaku, sebuah tubuh menggeliat dalam bisu. Yoon Jaemin, dengan sisa darah yang masih membasahi pakaian dan bibirnya, meringis kesakitan. Kelopak matanya yang semula terpejam rapat, perlahan terbuka saat beban berat menimpa tubuhnya. Rasa sakit yang menusuk semakin menjadi-jadi, merobek perutnya dengan nyeri yang tak tertahankan.

"Tidak... anakku, anakku tidak boleh mati..." batin Jaemin.

Ya, Yoon Jaemin tengah mengandung, sebuah anugerah yang hadir di tengah tubuhnya yang merana dan ringkih. Anugerah yang tidak pernah ia sangka akan ia dapatkan. Usia kandungannya telah mencapai lima bulan, namun beruntung, perutnya belum terlalu menampakkan tanda-tanda kehamilan. Dengan sekuat tenaga, Jaemin berjuang menyingkirkan tubuh tak bernyawa itu, meski kekuatannya telah terkuras habis. Ia harus melindungi janin yang bersemayam di rahimnya, satu-satunya harapan yang tersisa.

Broken Vows || NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang