'Bruk!
Wang Jeno menjatuhkan tubuh ringan Jaemin ke atas tempat tidur. Laki-laki yang lebih muda itu nampak menahan marah. Terlihat dari keningnya yang berkerut dan alisnya yang menukik tajam, seperti dua sayap elang yang siap menerjang. Garis-garisnya tegas dan kuat, seperti ukiran batu yang tak tergoyahkan. Setiap lengkung dan sudutnya memantulkan cahaya yang berbeda, seperti prisma yang memantulkan spektrum emosi yang terpendam.
Wang Jeno geram dengan sosok laki-laki cantik yang menundukkan kepala menahan takut. Melihat Yoon Jaemin yang datang bersama dengan laki-laki lain membuat dia merasa kesal tanpa alasan yang jelas. Tangannya yang berurat itu terangkat dan mencengkram leher Jaemin, membuat sang empu terpaksa mendongakkan kepala dengan tatapan takut.
“A-apa yang akan kamu lakukan Jeno?” Yoon Jaemin bergetar saat merasakan aura yang begitu mendominasi dari sosok ganas di depannya itu.
“Apalagi? Bukankah aku harus memberimu hukuman karena berani menghina ku?” Suara tajamnya mengalun bagaikan mantra menyeramkan di telinga Jaemin.
Anak itu tidak tahu apa maksud perkataan Jeno. “Aku tidak pernah menghina mu, apa yang kamu maksud?” Tanya Jaemin.
“Dengan kau yang pergi bersama seorang pengawal, sama saja kau sudah menghina ku! Apa kau lupa jika kau sudah bersuami? Berani-berani nya kau pergi berduaan dengan Lee Minhyung yang merupakan bawahan ku!”
Jaemin tersentak dan tidak berani memandang Wang Jeno yang tengah meluapkan emosinya itu.
“T-tapi dia hanya membantu ku, kami tidak— Plak!”
Wajah pucat itu tertoleh kesamping ketika sebuah pukulan keras mendarat di wajahnya, tepat di tulang pipinya. Yoon Jaemin terdiam, ia terlalu terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan Jeno.
“Kau selalu membuat ku merasa jijik, Yoon Jaemin. Setelah kau berusaha melakukan transaksi dengan Ayahku, sekarang kau ingin bermain-main di belakangku?”
“Kau memang pantas untuk ku benci.”
Sungguh, tamparan dan hinaan yang dia dapatkan terasa begitu menyakitkan. Yoon Jaemin berusaha untuk tidak percaya bahwa seseorang yang baru saja berbicara itu bukanlah Wang Jeno, sahabatnya dari kecil. Karena Jaemin sangat yakin, Jeno kecil tidaklah seperti itu. Dia tidak akan pernah menyakitinya dan justru melindungi nya. Tapi, rasa sakit di tulang pipinya itu terasa sangat nyata.
Wang Jeno menatap Jaemin dengan tatapan nyalangnya. Laki-laki itu menarik tangan Jaemin dan menyeretnya untuk berdiri, ia mengambil sebuah tali panjang dan mengikatkanya di kedua pergelangan tangan Jaemin. Yoon Jaemin tidak tahu apa yang akan dilakukan Jeno padanya, tapi yang jelas perlakuan Jeno sangatlah kasar.
Jaemin hanya menurut karena ia begitu lelah dan lemah untuk melawan. Dan yang terjadi saat ini adalah, tubuhnya yang sudah berdiri di atas kursi dengan kedua tangan yang tergantung di sebuah tali yang terikat di kayu usuk di langit-langit ruangan.
“Apa yang akan kamu lakukan Jeno? Lepaskan aku!”
“Melepaskanmu? Tidak sebelum aku benar-benar menghukum mu!”
Wang Jeno berjalan dan mengambil sebuah cambuk. Yoon Jaemin membuka kedua kelopak matanya lebar-lebar, ia khawatir dengan apa yang akan dilakukan Jeno padanya. Tapi sebelum melakukan sesuatu pada Jaemin, Wang Jeno menarik ikat kepalanya yang terbuat dari kain sutra dengan ukiran naga di atasnya dan menutup mulut Jaemin menggunakan ikat kepala tersebut, sehingga Jaemin tak bisa mengeluarkan sepatah kata.
“Ini akan menjadi pengingat untuk mu Yoon Jaemin, jika apa yang sudah menjadi milikku tidak akan pernah aku izinkan orang lain untuk menyentuhnya tanpa izin dariku.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Vows || Nomin
FanfictionSeharusnya malam pernikahan Yoon Jaemin menjadi malam yang paling indah selama hidupnya. Namun, apa yang dia dapatkan saat Wang Jeno justru membawa budak laki-laki untuk lebih dinikmati? •Bxb •Homophobia DNI! •Historical fiksi •Tidak sesuai dengan s...
