Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

20. Hal yang tidak dimengerti sampai saat ini.

1.5K 112 14
                                        

Su-Ah berjalan dengan langkah ringan menelusuri lorong istana utama, Ia hendak pergi ke Istana Jinseon untuk melayani Putri mahkota Yoon Jaemin. Namun, seseorang tidak sengaja menabrak tubuhnya hingga sesuatu terjatuh dari tangan orang tersebut.

Su-Ah tersentak dan ia langsung berjongkok untuk mengambil benda yang bentuknya seperti sebuah kotak mewah yang di hiasi mutiara asli dibagian penutupnya. Gadis pelayan itu memberikan benda tersebut pada sang empu, dan saat ia bersitatap dengan orang tersebut ia merasa asing seperti tidak pernah melihat pemuda itu sebelumnya. Pakaiannya pun juga bukan seperti hanbok dan kulitnya sedikit kecoklatan namun terlihat sangat tampan.

"Kau siapa? Aku tidak pernah melihatmu disini sebelumnya." Tanya Su-Ah penuh rasa penasaran.

Pemuda tersebut tersenyum kecil dan mulai memperkenalkan dirinya.

"Namaku, Hu Cian... aku pelayan pribadi tuan muda Zhi Fengyu."

"Apa? Jadi budak itu sekarang punya pelayan pribadi?" Su-Ah menjadi sarkas dan tidak senang mendengarnya. Ekspresinya kepada Hu Cian juga nampak berubah, ia mulai tidak menyukai pelayan baru itu.

"Apa yang kau katakan? Kau berani menghina tuan muda, jika Yang mulia Putra mahkota mendengarnya, kau bisa dihukum." Ujar Hu Cian dengan suaranya yang kalem.

Su-Ah bersedekap dada, dia menajamkan matanya dan bibirnya mengerut. "Aku adalah pelayan pribadi Yang mulia Putri mahkota, jadi Putra mahkota Wang juga tidak akan bisa menghukumku dengan mudah." Su-Ah berbangga diri, ia nampak yakin dengan ucapannya.

"J-jadi kau pelayan pribadi Putri mahkota Yoon Jaemin?" Tanya Hu Cian.

Su-Ah menganggukkan kepala dan tersenyum angkuh. Ia lihat jika pemuda itu langsung menundukan kepala dan bola matanya nampak bergerak resah.

"Maafkan aku, aku harus segera pergi menemui tuan muda." Hu Cian berjalan cepat melewati Su-Ah tanpa mengatakan sepatah kata lagi. Hal itu membuat gadis pelayan itu semakin mengerutkan kening dalam.

"Dasar aneh, persis seperti tuannya." Desis nya.

***

Tok tok tok!

"Maaf tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda."

Sebuah suara mengacaukan lamunan pemuda berkulit tan yang tengah duduk sembari memangku tangan, pemuda cantik itu langsung menegakkan badan dan duduk dengan anggun.

"Biarkan dia masuk!" Saut Zhi Fengyu dari dalam.

Pintu pun terbuka dan seorang pemuda yang juga berkulit tan masuk kedalam dengan kepala tertunduk sopan.

"Tuan, saya tabib dari Luoyang yang telah anda panggil." Ujar pemuda tersebut tanpa berani menunjukan wajahnya.

Zhi Fengyu duduk dengan posisi tegap dan anggun, jemari lentiknya tersandar pada kursi tempatnya duduk sembari menyilangkan kaki.

"Apa kau sudah membawakan apa yang aku pesan?" Suaranya, seperti beludru yang halus namun menyimpan kekuatan yang terpendam, mengalir pelan namun penuh otoritas. Di balik senyum tipis yang menghiasi bibirnya, tersimpan rencana yang licik, sebuah permainan yang telah lama ia rancang dengan cermat.

"Ya tuan muda, saya membawa apa yang anda pesan." Jawab pemuda tersebut kemudian menyodorkan sesuatu yang ia bawa.

Zhi Fengyu tersenyum miring, tangan indahnya yang tersembunyi di balik lengan hanfu terulur kedepan dan menerima kotak tersebut.

Broken Vows || NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang