Berjalan beriringan melewati koridor sekolah kini Alvan, Leo dan Revan menuju parkiran memutuskan untuk langsung pulang kerumah.
"Hay adek abang" sapa seseorang yang tak lain adalah Virly menyerobot masuk ketengah antara Leo dan Alvan.
"Si anjing masih ajh ganggu" celetuk Leo yang tak suka dengan kedekatan Virly dan Alvan.
Meskipun memang, Virly yang selalu gencar mendekati Alvan dari awal mereka masuk sekolah bahkan saat mereka berada di kantin. Dan itu membuat Leo tak suka dan berujung berdebat dengan Virly.
"Serah gua lah. Lo siapa ngatur-ngatur? Lagian Alvan adek gua" jawabnya.
"Cuih.. adek ketemu gede"
"Ya lo siapa anjir? Sama Alvan ajh lo baru kenalkan?" timpalnya.
Leo melotot tak terima "jaga congor lo ya" ucapnya kini dia memberhentikan langkahnya lalu menunjuk ke arah wajah Virly dengan sangar "dari semenjak dia Tk dia udah bareng gua dan lo orang baru yang gk tau apa-apa tiba-tiba masuk? Cuih najis anjing.!!"
Virly menatap tak kalah sengit "Gua Abang nya asal lo tau. Bahkan sebelum dia lahir dan masih jadi cebong gua udah kenal sama dia"
"Bacot lo.!! Mana bisa pas jadi cebong di ajak kenalan tolol"
"Lo gak percaya?"
"Iyalah engga"
"Ya kalo pun lo percaya juga goblok sih" timpalnya.
"Si babi" umpat Leo lalu menggulung lengan bajunya hingga ke pundak "baku hantam ajahlah kita yoo"
Virly menyengir jijik ke arah Leo "ihh. Gak ah dede mager" jawabnya lalu berlenggang pergi sembari menggandeng lengan Alvan "ayo kita pulang Al" ajak Virly dan itu tak luput dari pandangan Leo hingga berhasil membuatnya naik pitam.
Dan pada akhirnya Alvan hanya menghela nafas, melihat adegan tersebut, jengah rasanya. Apa ini yang di rasain Leo ketika dia selalu berdebat dengan Revan? Dan sekarang malah Leo yang mengalaminya sendiri. Apa dia sadar dengan apa yang dia lakukan sekarang? Sepertinya tidak.
"Alvan"
Alvan menoleh ke sumber suara yang ternyata Raka sudah berada di parkiran, bersandar tegak pada mobil sambil malambaikan tangannya ke arah Alvan.
"Alvan bareng aku bang" sanggah Virly ketika ia sudah sampai di depan Raka.
Namun bukannya mendapat jawaban Raka malah menarik lengan Alvan lalu membukakan pintu mobilnya untuk Alvan masuki dan itu berhasil membuat Virly merasa geram.
"Ya udah aku juga ikut abang kalo gitu" ucapnya lagi, namun saat dia akan membuka pintu mobil Raka, dia lebih dulu menekan tombol untuk mengunci di setiap pintu mobilnya tersebut.
"Jangan mengganggu" ucap Raka lalu masuk ke dalam tanpa menghiraukan Virly yang sudah mematung di tempat.
Merasa heran dengan atmosfer yang ia terima saat ini, melihat sodara sepupunya itu, yang biasanya hanya diam yang seakan acuh tak acuh, bisa begitu posesifnya pada Alvan? Dan sejak kapan Raka terlihat begitu memprioritaskan Alvan?
"Gara-gara lo babi, Alvan jadi pergi ninggalin gua" sarkas Leo yang meskipun sebenarnya dia tau bahwa Alvan akan pulang dengan Raka.
Mengingat Alvan yang sudah lebih dulu memberitahukannya, tapi entah kenapa melihat wajah Virly membuat Leo merasa geram dan mulutnya seakan gatal jika tidak mencaci maki orang itu.
"Dih sialan lo, nyalahin gua"
"Dah lah yu Re, gak baik lama-lama sama demit" timpalnya lalu menaiki sepeda motornya dan berlenggang pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
Teen FictionAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)