26

4.5K 308 71
                                        

Lauren menatap penuh benci Edgar yang tengah tersenyum padanya. Alih-alih membalas senyuman ramah Edgar, Ia memalingkan wajah menahan jijik.

Menyadari sikap Lauren dahi Edgar mengkerut, "Ada apa?" Ucapnya setibanya di depan wanita yang memenuhi isi kepalanya akhir-akhir ini

Lauren tak menjawab. Ia meneliti Edgar dengan seksama dengan tatapan datar bersirat emosi.

"Kau menjijikan" ucap ketus Lauren lalu pergi meninggalkan Edgar yang masih kebingungan.

***

"Aku memang akan hilang akal! Tapi Aku tak bodoh Edgar" matanya mengkilap menatap penuh sinis "Terima kasih, Kinerjamu bagus juga. Pantas saja Kakek sangat sulit melepasmu"

"Terima kasih nyonya, Namun ini sudah bagian dari tugas Saya"

Ksatria bayangan yang Lauren minta pada Kakeknya beberapa waktu lalu memang tak di biarkan beristirahat olehnya. Mengapa tidak, banyak hal yang perlu Ia ketahui. Tentu tak mudah baginya percaya dengan perubahan sikap Edgar yang sangat tiba-tiba.

Dia hanya ingin tau apa yang sebenarnya telah terjadi. Ternyata benar dugaannya selama ini. Perubahan sikap itu di mulai setelah Edgar bertemu dengan Ren dan Maddy. Ketiganya terlibat pembicaraan yang cukup serius hingga sampai pada momen ketika Edgar kembali meyakinkan Maddy untuk mempertimbangkan dirinya. Namun Maddy tetaplah Maddy, Ia bahkan lagi dan lagi menolak Edgar tanpa membutuhkan waktu berfikir panjang?

Pembicaraan dilanjutkan oleh Ren yang meminta Edgar tetap melanjutkan pernikahan dengannya dengan alasan posisi Lauren sangat kuat hingga dapat menjadi tameng ketiganya.

Lauren tertawa dengan keras semuanya tepat sesuai dengan dugaannya. Namun Lauren tak menyangka Ren juga terlibat dalam perbincangan itu. Berani sekali Ia dijadikan pertimbangan terakhir?

"Apa Aku harus menunjukan taring lagi ya? Agar mereka semua bungkam dan bahkan tak berani berfikir untuk memanfaatkan posisiku?! Pantas saja bajingan Vaske itu meminta terlibat dalam pengelolaan tambang permata itu. Dasar tidak tau malu"

****

Netra Lauren mengkilap menatap menusuk pada Maddy yang semulanya membuka pintu gubuk tua itu dengan girang, dan melantunkan nama yang membuat Lauren mendidih mendengarnya.

Lauren berjalan cepat menuju ke arah Maddy dan menamparnya dengan sekuat tenaga hingga Maddy tersungkur ke tanah.

"Jadi disini Edgar menyembunyikanmu ya?" Lauren berjalan mendekat lalu menarik dengan kencang rambut Maddy

"Kau tampaknya begitu menikmati menjadi wanita yang selalu di jaga dan di lindungi ya?! Berani sekali Kau bersembunyi di tanah Kekaisaran Rocky?! Punya apa Edgar Vaske itu hingga Dia dengan beraninya melindungi mu di tanah kekaisaran yang dijaga oleh Kakekku dengan darahnya dan darah anak-anaknya?!! Sialan!! Pria bodoh itu memang hanya selalu bisa berlindung di belakang kekuasaan Keluargaku!" Lauren mengukir senyum remeh

"Penjaga! Segera kirim surat pada Edgar, Aku ingin mempertunjukan sesuatu untuknya" sorot mata yang tampak kosong dengan kilatan tajam mengarah pada Maddy yang tampak tak berdaya, Lauren akan kehilangan kendalinya kali ini?

"Lauren tunggu jangan lakukan apapun" Maddy tampak ketakutan ketika melihat air muka Lauren yang telah berubah, Ia sangat tau siapa wanita di hadapannya ini.

"Kau sepertinya begitu menikmati obsesi dari Suamiku ya?! Kau hanyalah noda sebuah Kekaisaran!! Beraninya Kau melakukan ini kepadaku?! Siapa yang membuatmu begitu berani?!!" Lauren mengepal tangannya dengan kuat hingga buku jarinya memutih, amarahnya kali ini tampak sangat besar

"Ah yaaa tentu saja! Tentu saja Pria sialan itu!! Dia tampaknya begitu sombong dengan banyak memanfaatkan posisiku tanpa izin ya? Kau ingin mati ya?! SUDAH KU KATAKAN PADAMU ENYAH DARI HAL YANG ADALAH MILIKKU!! MENGAPA KAU BERLAGAK SEPERTI ORANG LEMAH DENGAN MENGIYAKAN UCAPANKU DAN BERLAGAK BAK PENOLONG DALAM KEHIDUPAN RUMAH TANGGAKU?! KAU BEGITU MENIKMATI PERAN MENJADI OBSESI EDGAR VASKE?!!!" Lauren kembali menampar pipi Maddy dengan kuat

Edgar VaskeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang