9

35.2K 1.7K 76
                                        

SELAMAT MEMBACA ~

_

_

_

"Jawab za!"

"Lu yang ninggalin Gue, Lu yang duluan pergi Tian. " Jawab Eza

"Lu jangan bohong, Felly bilang Lu pulang duluan. " Ucap Tian

"Ya udah kalau lu lebih percaya Dia, Dia kan P-A-C-A-R lu " geram Eza

"Jangan mulai Za, Dia bukan pacar gue— " kalimat Tain terjeda saat seseorang menyiram dia dengan air

Byuuurr!!!

"Bisa kan ngomong ke Eza jangan dingin gitu ?" Ucap Bram ayah Tian, pelaku yang menyiram Tian dengan air.

"Papa!"

"Om ?"

"Ada masalah apa?!" Tanya Bram menghampiri kedua manusia itu.

"Bukan apa-apa om " jawab Eza.

"Udah dulu ya om, aku mau ganti baju " Eza langsung pergi meninggalkan Tian dan juga Bram.

Setelah Eza pergi bram menatap anaknya yang sedikit basah.

"Jaga cara bicara mu Tian, kasian Eza kamu bentak terus. "  Ucap Bram memberikan ceramah ke Tian.

Mobil berhenti tepat di depan rumah Tian, seorang wanita turun.

"Hai Tian?, om Bram ? " Sapa Felly

"Tian ayok katanya mau temenin aku " Felly melihat Tian.

"Kenapa ? Kok kamu basah ? Padahal belum hujan ?" Tanya Felly

Kedatangan wanita itu membuat Bram menghentikan ceramahnya, dia pura-pura tersenyum

"Mau kemana ?" Tanya Bram.

"Belanja om, Aku mau beli beberapa barang, hehe"

"Oh " Bram menatap Tian sebentar lantas pergi masuk ke dalam.

"Tian ? Ayok!" Ajak Felly lagi.

"Keburu ujan nanti " lanjutnya.

Tian masuk kedalam katanya tunggu dia mau ganti baju.

Setelah selesai, Tian pergi bersama Felly, Eza melihat dari balik jendela rumahnya.

"Tian, kita pergi ke mall dulu ya "

"Hmm "

"Kenapa ? Gak biasanya lu kek gini kalau sama gue " Felly sedikit menaikan roknnya menampilkan paha mulusnya guna menggoda Tian.

Dia sengaja berpenampilan seksi hari ini, memakai dres ketat dan pendek sepaha.

Tian tidak melirik Felly sedikitpun karena yang di pikirkan Tian saat ini, seseorang yang mengantar Eza pulang.

Mobil yang dia pake familiar tapi Tian tidak ingat pemilik mobil itu.

"Tian, belok ke kanan, kita belanja ke sana aja " sambil menunjuk tempat yang di maksud.

Mobil itu membelok kekanan seperti arahan Felly mereka masuk ke salah satu mall, mobil di parkiran dan keduanya keluar.

Felly memeluk tangan Tian, tidak ada reaksi dari Tian, Felly tersenyum, dia mengira kalau Tian tidak
mempermasalahkan jika memeluk tangannya

Tian duduk di sofa yang ada di tempat itu, sedangkan Felly memilih baju. Sesekali dia memperlihatkan baju yang di pilihnya ke Tian menanyakan kalau baju itu bagus atau tidak untuk dirinya.

Tian My Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang