29

19.9K 911 40
                                        

SELAMAT MEMBACA~

_

_

_

"Disini, Saya yang berkuasa, Bahkan atasan Anda adalah Bawahan Saya, setelah mengetahui kenyataan ini, Apa yang akan ada sombong kan ?"

***

"Kita ngapain ke sini ?" Tanya Eza yang sudah mengenakan baju kemeja yang terkesan formal.

"Udah masuk aja, " Tian memegang tangan Eza mengungkung nya supaya masuk ke dalam rumah yang bagaikan istana.

Di depan pintu, Tian dan Eza tidak sengaja mendengar perdebatan Bram dengan keluarga Felly.

Eza mendengar semua, Dia juga ikut kaget mengetahui fakta unik tentang kekayaan keluarga Tian yang begitu melimpah, pantesan saja rumah yang di tinggali Eza gratis tanpa bayar.

"Gue gak tau Lo sekaya itu, " bisik Eza kepada Tian yang sedang berdiri bangga di sampingnya.

"Bukan Gue tapi orang tua Gue, " Tian tersenyum

Tian pergi menggandeng tangan Eza menuju meja makan,  "katanya Lo laper, Kita makan dulu "

"Lah, keluarga Lo sedang adu cecok noh gak mau di bantuin ?"  Heran Eza

"Gak usah, Papa udah gede, biarin aja Dia "

Pada akhirnya Eza dan Tian memilih makan, duduk sambil menyaksikan perdebatan orang tuanya dengan keluarga Felly.

***

"Aku gak salah dengar?"

"Ini semua milik Om ?" Tanya Felly.

"Iya, " jawab Bram dengan lembut dan sopan.

"Ok gak lagi menghayal kan ?"

"Keluarga Kami bukan seorang yang suka menghayal, seperti keluarga mu, " balas Miru datang dari arah belakang.

"Kenapa kalian gak setuju kalau Aku sama Tian,?" Teriak Felly sudah tidak kuat menahan malunya.

"Lo di panggil, " Eza menyenggol bahu Tian

"Sst diam, "

"Apa Aku bukan kreteria keluarga Om dan Tante ?" Sekarang Felly menangis tersedu-sedu

Miru mendekat mengelus rambut Felly, "Kami tidak suka mengatur kehidupan anak Kami, Sayang, kalau Tian mau sama Kamu, Kami pasti setuju, tapi sayangnya Tian tidak suka sama Kamu, "

Felly benar-benar marah, Tidak terima kalau keluarganya di permalukan di depan umum, tidak di sengaja Felly melihat Eza dengan Tian duduk tenang sambil makan.

Felly berjalan dengan cepat ke arah Eza dan Tian
Menatap Eza dengan marah.

"Ini semua gara-gara Lo,  kalau bukan Lo Tian pasti mau sama Gue, " Felly melempar makanan basah ke Eza dan mengenai baju yang Eza gunakan,

Tian tidak terima dengan prilaku Felly, Dia membalas apa yang di perbuat Felly kepada Eza.

Tian melempar sup ke  tubuh Felly hingga gaunnya basah, "jaga prilaku Lo!"

Semua orang melihat atraksi itu, mereka cuma memperhatikan tidak bernai ikut campur. Tidak ada yang membela keluarga Felly di sana, apalagi membantu keluarga Felly.

Semuanya hancur, Felly dan keluarganya menjadi semakin malu, malu dan sangat malu.

"Tian Lo tega sama Gue, "

"Kenapa gak ?" Jawab Tian judes.

"Lo yang duluan, kenapa Gue masih takut sama Lo"

"Awas aja Lo ya !" Felly pergi menangis, pergi dari rumah itu

Tian My Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang