SELAMAT MEMBACA~
_
_
_
Tian berjalan di lorong rumah sakit, mencari keberadaan Eza. Yang sudah seminggu tidak sekolah, Dia memilih untuk tetap stay menunggu kedua orang tuannya bangun.
Bram dan Miru masih menjaga jarak dari Eza itu atas keinginan Eza sendiri.
Bram dan Miru sudah minta maaf dan menceritakan alasan mereka menyembunyikan kebenarannya.
Tidak jauh dari alasan Tian, kata Eza di hari itu. 'sudahlah, Eza tidak mau melihat kalian,'
Hanya Tian yang meski sudah di larang tetap mencari Eza.
Gio sempat menjenguk kedua orang tua Eza mereka juga sempat bercerita banyak hal, kata Gio, Tian dan keluarganya tidak sepenuh nya salah. Mereka hanya takut membuat Eza sedih.
Menjadi Tian dan juga keluarganya juga berat, Gio menyarankan untuk tidak keras kepala dan maafkan mereka. Di samping itu kedua orang tuannya sudah di rawat dengan fasilitas yang bagus.
Tapi Eza hanya diam saat Gio memberikan sedikit argumen untuk Eza.
"Kemana Lo zaa " gumam Tian sedikit khawatir karena di kamar kedua orang tuannya di rawat, sosok Eza tidak ada di sana.
Tian tidak tau kalau Eza sedang mengincar Felly, Dia sering datang mengunjungi rumah Felly tapi Felly tidak ada.
Sekarang Eza sedang berada di depan pintu gerbang Felly, berusaha manjat.
Setelah berhasil, Eza menggedor pintu rumah itu dengan sangat keras.
"Felly keluar Lo!"
"Bajingan!!"
"Setan kek Lo benar-benar harus di musnahkan!"
Semua jenis umpatan Eza teriakin biar Felly keluar dan mau bertanggung jawab tentang apa yang sudah di lakukan terhadap kedua orang tuannya.
"Felly!!!"
Pintu terbuka, tapi bukan sosok Felly yang keluar melainkan Orang tua Felly.
"Siapa Kamu? Berani sekali ke rumah Saya" ucap Satria menatap Eza dengan tajam.
Bugh!!
Bugh!!
Bugh!!
"Anak sialan kamu yah," Satria tidak terima dengan pukulan yang Eza berikan
Dia membalas pukulan itu, dan berhasil di hindari oleh Eza.
Baku hantam terjadi di rumah Felly, di depan pintu.
Tidak ada penjaga di sana karena semua penjaga, semua anak buah satri berhenti mengabdi ke satria semenjak tau kalau musuh yang mereka hadapi tidaklah kecil.
"Ini balasan Sudah Buat keluarga Gue sekarat,"
"Anda harus merasakan rasa sakit yang di alami kedua orang tua Gue, Bangsat !" Eza menendang tubuh satria hingga terjatuh.
Suara gaduh riuh memecah keheningan, Felly serta Ibunya datang mengecek situasi di luar.
"Eza ! Lo apa-apa sih! Ngapain Lo pukul Bokap Gue ?" Teriak Felly mencoba untuk menghentikan aksi Eza.
"Minggir Lo!" Eza mendorong tubuh Felly dengan kasar.
Bugh!!
Karena fokus dengan Felly, Eza tidak menyadari pukulan Satria yang berhasil mengenai wajahnya.
"Itu akibatnya. Kamu gak ada sopan santun sama Orang tua !"
"Sopan ? " Eza mengelap darah di ujung bibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tian My Boyfriend
General Fiction"Emang ada temenan, tapi mandi bareng ?" "...."
