SELAMAT MEMBACA~
_
_
_
"Kenapa mendadak kita di ajak ketemu ?" Tanya Satria penuh kecurigaan
"Mungkin mau minta maaf, pasal yang di lakukan anaknya ke anak kita. " Jawab Femi menaruh kembali surat undangan itu di atas meja.
"Bagus juga kan akhirnya mereka takut, " timpa Felly dari arah belakang, Ia mendengar percakapan kedua orang tuannya.
"Kamu habis beli apa Sayang, ?"
"Hehe, beli baju Pa, edisi terbatas yang baru saja di keluarkan oleh grup ELECED.T, "
"Maaf Pa, Aku pake kartu kredit Papa, tapi uang segitu gak masalah kan Pa,?"
"Gak masalah Sayang, asalkan jangan perusahaannya Kamu beli, karena itu sudah pasti gak bisa " ujar Satria.
"Enggak kok Pa, Kita gak bisa nyaingin mereka, " tutur Felly.
"Kamu juga di undang Sayang, "
"Hah ? Aku juga di undang ? Jangan bilang Aku bakal di jodohkan sama Tian, uuh senengnya .. " ucap Felly, wajahnya berseri, Tidak sabar, syukurnya Felly sudah beli baju baru, Dia akan berpenampilan cantik di acara itu.
Felly melihat kembali surat undangan itu, Ia menekuk kedua alisnya, "Pa, kok alamatnya beda sama tempat tinggalnya ?"
Satria menengok kan kepalanya melihat kembali surat itu, "kamu benar. Mungkin saja Mereka sewa gedung kan ? "
"Iya, benar juga, demi mengundang kita, mereka sampai mengeluarkan banyak uang, " Felly tertawa
Felly di kabarkan tidak sekolah hari ini, karena mau mempersiapkan dirinya untuk ke acara itu.
"Yaudah, Felly mau ke kamar dulu, mau sewa perias buat riasin Aku. Aku mau tampil seperti tuan putri biar Tian semakin terpukau melihat kecantikan Aku," ucap Felly sangat centil dan percaya diri. Ia berlari pergi menuju kamarnya.
"Anak kita kalau sudah jatuh cinta kayak gitu, sama sepertimu Ma, "
"Aku gak selicik itu, " Femi tersenyum memeluk Suaminya, Satria.
"Gak masalah hidup harus licik, " jawab Satria
"Sepertinya Felly mirip Kamu, " Femi mencubit pelan pinggang Satria, hingga Satria mendesis sakit.
Mereka sangat bahagia dikala itu,
***
"Lepasin Gue!" Bentak Gio menepis tangannya dan juga mendorong tubuh Gala
"Gue udah jelasin, Gue gak ada apa-apa sama cewek yang Lo lihat kemarin Gio."
Keduanya saling debat di lorong perpustakaan
Gala terlihat sedang menjelaskan masalahnya, Dia benar-benar tidak tertarik dengan seorang wanita.
"Kenapa bisa Lo pegangan tangan, hah?" Suara Gio meninggi, menatap tajam ke arah Gala yang ada di hadapannya,
"Gak sengaja Gio, Dia hampir jatuh terus megang tangan Gue, " suara Gala lembut berharap Gio mau paham kalau yang dilihatnya kemarin itu memang hal yang tidak di sengaja.
"Tenang oke, Gue cinta nya sama Lo aja, " tangan Gala mengelus wajah Gio, kemudian mencium bibir Gio.
"Lo gak bohong kan ?"
"Gak, Sayang. "
Gio merasa tenang dan menerima alasan Gala, Ia memeluk Gala,
"Kemarin tidur di mana?" Tanya Gala
