SELAMAT MEMBACA~
_
_
_
"Maafin Om, sama Tante ya Zaa"
"Humm" Eza menganggukan kepalanya pelan-pelan
Mereka sudah baikan sekarang, tidak ada lagi perselisihan antara keluarga Tian dengan Eza.
Eza juga udah mulai sekolah lagi, sudah berjalan seperti semula, kadang-kadang kedua orang tua Tian menjaga orang tua Eza di rumah sakit. Di kala Eza sekolah.
Kata dokter kondisi kedua orang tua Eza sudah sedikit membaik, meski belum sadar.
Tapi setidaknya ada kemajuan.
"Zaa Kita mancing yuk, pulang sekolah nanti. " Ajak Gio di tengah pelajaran.
"Lo juga ikut, " Gio menatap Tian,
"Gak bisa " tolak Eza
"Kok ?"
"Gue harus jaga Bokap, Nyokap Gue," ujarnya
"Sehari aja, Toh ada orang tua Tian yang pasti mau jaga mereka. Kita mancing gak sampai malam Zaa, paling pulang jam 7 malam. " Ucap Gio mencoba untuk membujuk Eza supaya ikut mancing bersamanya.
"Tumben banget Lo ngajakin Gue mancing? Hobi baru ?" Tanya Eza sedikit penasaran
"Gue cuma mau aja. " Jawab Gio.
Eza menatap Tian mencoba mencari pendapatan tentang ajakan Gio.
Tian menganggukan kepalanya seolah mengijinkan Eza untuk ikut.
"Oke, " kata Eza
Gio senang mendengar jawaban itu, Mereka akan memancing setelah pulang sekolah nanti.
***
"Jangan lama, Gue sharelok nanti " teriak Gio kepada Eza dan juga Tian yang sudah berjalan ke parkiran
Eza hanya mengangkat tangannya seolah mengatakan 'ya, sampai jumpa'
Keduanya pergi ke rumah sakit, meminta ijin untuk pergi memancing sebentar.
Di lorong rumah sakit kedua pemuda itu tidak sengaja bertemu dengan Femi, Ibu Felly.
Mereka melihat mata Femi sembap, keadaannya berantakan jika di analogikan seperti ratu yang kehilangan mahkotanya.
Seperti ratu yang di demo rakyatnya.
Tian dan juga Eza tidak menghiraukan Femi, Dia berjalan melewati Femi yang sedang bersedih.
"T—tian .. " panggil Femi dengan terbata-bata
"Tian .. Tian bantu Tante, " Femi menarik baju Tian menghentikan langkah Tian. Setelah sadar kalau orang itu benar-benar Tian.
"Lepas!" Tian menepis tangan Femi
"Saya mohon Tian, ini semua demi Felly. " Ujarnya menangis histeris membuat orang-orang yang sedang berlalu lalang menoleh ke arahnya.
Eza merasa tidak nyaman karena tatapan orang itu yang seakan membela Femi.
"Kita pergi " Eza menarik tangan Tian
Tapi Femi tidak mau melepaskannya, Ia mengejar Tian dan juga Eza.
"Tian, Saya mohon, Felly lagi sakit, Dia perlu di operasi. Tolong Saya Tian. Setidaknya jangan rampas semua harta Saya." Ucap Femi merintih penuh belas kasihan.
Tian menghentikan langkahnya, berbalik menatap Femi barengan dengan Eza.
"Felly sakit ?" Tanya Tian
"Iya, Dia sakit parah dan harus segera di operasi Tian, tolong selamatkan Felly. Dia, anak Saya satu-satunya. "
Eza melepas tangan Tian, Dia merasa gelisah karena Tian merespon saat Perempuan itu berkata tentang Felly yang sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tian My Boyfriend
Ficción General"Emang ada temenan, tapi mandi bareng ?" "...."
