23

24.6K 1.1K 37
                                        

SELAMAT MEMBACA~

_

_

_

"Tian ... Tiannnnn ..."

"Bangunnnnnnnn ..."

"Wake up preen, "

"Okite kudasai .."

Tian merasa terusik dengan bisikan-bisikan dari Eza.

Dia menarik badan Eza," masih malam, lu mending tidur, bising!" Ucap Tian.

Eza menarik kedua pipi Tian dengan keras, "buka mata Lu dengan lebar, udah pagii," teriak Eza.

Tian membuka matanya, menatap Eza,kemudian Tian  mendekatkan wajahnya

Cup ..

Satu ciuman berhasil Tian curi dari sang empu.

"Modus banget nih anak,"

"Sana mandi, Uus ! Uus! "  Eza mengusir Tian dengan cara menendang tubuh Tian tapi tidak membuat Tian jatuh atau kesakitan karena tendangan itu hanya sekedar saja.

"Mandi bareng," ajak Tian

"Kita bukan anak kecil lagi! Udah sana!" Tolak Eza,

Tian akhirnya berdiri, melenturkan badannya sejanak, kemudian pergi ke kamar mandi.

"Zaa, ntar ambilin Gue handuk. " Teriak Tian dari dalam kamar mandi.

"Kenapa gak langsung dibawa sih,"

"Udah ambilin aja, "

Sambil menunggu Tian selesai mandi, Eza mengutak-atik ponsel genggam nya. Dia menunggu kabar dari orang tuannya, seharusnya mereka sudah sampai di sana, kenapa belum juga kasih kabar ?

Eza mencoba menghubungi kedua orang tuanya, mengirimkan pesan tapi tidak di balas, Eza coba untuk menelpon tapi tetap tidak di angkat.

"Cepet bener lupain anak, " Eza mengomel tidak jelas,

"Zaa, handukkk" teriak Tian

Eza berdiri, berjalan ke arah lemari, membuka lemari, dan mengambil handuk untuk Tian.

Eza mengetuk pintu kamar mandi, "Tian nih handuknya,"

Pintu itu terbuka, bukan handuk yang Tian tarik melainkan tangan Eza, hingga dia ikut masuk ke dalam.

"Sialan .. !" Bentak Eza menutup matanya rapat-rapat.

"Gue pake kolor!" Eza membuka matanya sebelah, melihat ke bawah, benar saja kata Tian, Dia pake kolor tapi kok ada yang menonjol ?
Eza tidak mau bertanya!

"Iisshh ! Ngapain sih Lo, tarik Gue ke dalam ?"

"Giliran Lo mandi, "

"Yaudah sana, Lo keluar." Eza menyerahkan handuk ke Tian. Dia juga mendorong tubuh Tian

"Ahh shitt!!"

Eza mengunci pintu kamar mandi, melihat kebawah, benda itu ikut menegang,

Shower dinyalakan, Eza menyentuh miliknya sendiri, Dia mulai onani, sendirian di kamar mandi, sampai orgasme sambil membayangkan Tian memainkan miliknya.

"Ahh~"

Eza melihat spermanya yang sudah tumpah banyak ke dinding kamar mandi. Segera mungkin Eza mencuci dinding itu dengan air.

"Gue Gila, kenapa pikiran Gue kotor, sial. "

Selesai mandi, Eza keluar, Di kamarnya tidak ada Tian, kemana perginya ?

Tian My Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang