25

24.3K 851 53
                                        

SELAMAT MEMBACA~

-

-

-

"Hai tunggu!"

"Kenapa gak cari Gue di sekolah ?"

Gio menoleh dan menatap pemuda yang ada di hadapannya sekarang, dengan malas.
"Lo lihat?" Gio memperlihatkan ke orang itu tentang  tanda kepemilikan yang ada di lehernya

"Udah Gue bilang jangan sampai meninggalkan jejak!"

"Untung saja, Tian dan Eza percaya kalau ini bekas cewek Gue. "

"Lo bilang cewek ?" Tanya pemuda itu lagi.

"Ya, Gue gak mau Bilang Lo pacar Gue, Yang ada mereka ngejek Gue."

"Serah Lo !" Pemuda itu pergi, sepertinya Dia cemburu.
"Gal, Gala!" Panggil Gio membuat pemuda itu berhenti melangkahkan kakinya.

"Apa!" Tanya Gala ketus.

"Lo cemburu ?"

"Pikir sendiri !" Jawab Gala

"Bagus kalau Lo cemburu, ini balasan waktu Lo memperlakukan Eza kek pacar Lo sendiri!" Ujar Gio mengutarakan emosinya yang dilakukan Gala tempo lalu.

Gala mendekat Ia mengangkat dagu Gio, "Gue ngelakuin itu karena Lo yang nyuruh, lupa?"

Gio menepis tangan Gala, "Gue bilang pura-pura, kenapa Lo mendalami peran hah! Seolah-olah Lo emang suka Eza, Dia temen Gue ya! Jangan sekali-kali Lo "

"Gue emang suka Dia, " batin Gala menatap Gio yang ternyata pacarnya.

Mereka berpacaran sejak sebelum di hukum untuk membersihkan ruang perpus bersama Eza, mereka kenal karena tetanggan sama kayak Tian dan Eza.

Gala yang katanya sepupu Gio hanya sebuah alasan untuk menutupi status pacarnya.

"Kenapa Lo gak bisa jawab! Jadi bener Lo suka Eza ?"

"Enggak Sayang, Gue cuma suka Lo, besok ke perpus temuin Gue ya, jangan ngambek lagi" sambil mengelus pipi Gio berharap anak itu luluh dan tidak marah lagi.

"Hmmm .. " Gio percaya akan semua ucapan yang dilontarkan Gala yang sebenarnya Gala berbohong tentang perasaannya.
Di mata Gala Eza terlihat lebih menarik, Lucu dan juga menggemaskan, tindik yang ada di kedua telinga Eza semakin menarik perhatian Gala, Dia berpikir apa di nipple Eza juga ada tindik?

Gala tidak sabar untuk melihat itu,

°°°

Tian menatap Eza dari ujung rambut sampai ujung kaki,  "keramas ?" Tanya Tian yang di balas anggukan kecil oleh Eza, Ia tidak melepas ponselnya sedikitpun.

Tian berdiri, beralih ke laci-laci yang ada di dalam lemari, Ia mengambil Hair dryer.
"Sini, rambut Lo harus kering. Kalau gak Lo bisa sakit," Tian menarik tubuh Eza membawa ke pangkuannya.

Tian mulai mengeringkan rambut Eza yang sekarang duduk di bawahnya, "sibuk ?" Tian cemburu melihat Eza senyum-senyum gak jelas menatap layar ponsel yang di bawanya.

"Dari bokap,  Dia ngirim video lucu, " Eza memperlihatkan Video yang di maksudnya ke Tian.

"Udah di bales, "  tanya Tian.

"Hu'um  .. katanya Dia sempat kehilangan ponselnya, untung di temukan. " Ujar Eza menjelaskan.

Tian hanya menyimak dan melanjutkan kegiatannya,
Dia senang lihat Eza gak murung seperti pagi tadi.

"Kita nonton .. " ajak Eza setelah rambutnya kering.

"Nonton apa ?"

"Ini, " memperlihatkan flashdisk yang di pinjam dari temennya waktu di sekolah pagi tadi.

Tian My Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang