SELAMAT MEMBACA ~
_
_
_
"Ya ampun, Buat apa anak ayam sebanyak ini, Tian? Mau bikin ternak ?" Heran Miru
"Anak kesayangan Mama Suka ini," jawab Tian
Miru tersenyum kaku, Dia harap Eza tidak mendengar ocehannya tadi.
"Eza ?" Panggil Vania,
"Ya, Ma ?"
"Sini bentar, Nak,"
Eza berjalan menuju rumahnya yang ada di sebelah.
Mereka berbincang sesuatu hal. Setelah itu, Eza kembali mencari Tian.
"Apa katanya ?" Tanya Tian.
"Besok mereka Mau liburan ke Jepang "
"Lu ikut?"
"Gak, Gue diem di rumah, di suruh jaga rumah,katanya Gue masih sekolah,belum libur. " ketus Eza, sebenarnya Dia juga mau ikut pergi ke jepang, ketemu gunung puji yang begitu indah bila di pandang.
"Gak apa-apa liburan musim panas nanti, kita jalan-jalan Keliling dunia, Sekarang biarkan mereka yang bersenang-senang, Lu gak usah sedih " Tian begitu mengenal Eza, Dia tau betul kalau Eza sedang kesal saat ini.
"Ya " jawab Eza menganggukkan kepalanya.
"Kata dokter Lu perlu istirahat. "
"Gue mau bantu Lu, lagian anak ayam ini juga peliharaan Gue,"
"Yaudah, kalau Lu rasa capek, kasih tau Gue."
"Sip "
Keduanya sedang memindahkan anak ayam warna-warni ke belakang rumah Tian, karena belum ada kandang saka sekali, Tian membuatkan kandang seadanya untuk di tinggali anak ayam itu.
"Warnanya bertahan sampai kapan ya? Kalau Gue mandiin sekarang gak pudar kan tuh warna," Eza cukup bingung, Dia berpikir sangat keras.
"Gak berubah, warnanya permanen!" Tian sudah selesai membuatkan kandang, mereka memindahkan itik itu ke rumah barunya.
"Sehat-sehat ya ... anak pelangi"
Eza dan Tian pergi, masuk ke dalam rumahnya lewat pintu belakang.
"Udah selesai ternak anak ayam ? " Tanya Miru
"Udah Tan, " jawab Eza
"Sekarang cuci tangan dan makan "
"Jangan lupa obatnya juga di minum Ya, tadi ibu mu datang ke sini, "
"Ngapain Tan ?"
"Katanya mau titip Kamu, selama mereka masih di jepang."
"Iisstt .. padahal Aku bukan barang yang bisa di titipkan ke tetangga " Eza mencibir.
Sudut bibir Tian tertarik, tersenyum mendengar cibiran Eza yang menurutnya lucu.
"Napa Lo ketawa? Lucu? "
"Sorry, sorry "
Eza memutar bola matanya acuh, Untung saja hari ini Dia di belikan anak ayam, kalau tidak, mungkin Eza langsung kabur ke rumahnya.
"Papa mana ?"
"Udah kerja tadi buru-buru, katanya ada rapat mendadak,"
"Hmm "
Tian duduk di meja makan, di depan Eza duduk.
Tian hanya mengambil sedit nasi dan juga lauk. Katanya, lagi gak doyan makan.
Berbeda dengan Eza yang makannya sangat lahap, seperti singa kelaparan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tian My Boyfriend
Ficción General"Emang ada temenan, tapi mandi bareng ?" "...."
