SELAMAT MEMBACA~
_
_
_
Eza berjalan di lorong sekolah, dia melihat sekeliling sekolah itu tersenyum di kala seseorang menyapanya.
Keadaan Eza di ketahui murid-murid di sana tentang amnesia nya, karena itu banyak orang yang tidak bertanya langsung ke Eza. Hal itu bisa saja membuat Eza kembali merasakan sakit di bagian kepalanya.
Gio juga sudah mulai sekolah dia bertemu Eza di sisi lapangan. Mereka tidak akur tidak juga musuhan.
Meski Eza jarang berbicara dengannya Gio tidak pernah menyerah untuk kembali berteman dengan Eza.
Sikap Eza tidak seperti dulu, yang ceria dan selalu melakukan hal gila bersama Gio. Sekarang, yang Eza lakukan hanya belajar, jam istirahat pun dia pergi ke perpus.
Eza bingung saat sampai di kelasnya, Dia lupa tempat duduknya dimana.
"Lu duduk di sana " Gio menunjuk meja belakang.
"Thanks," ujar Eza berjalan ke arah mejanya.
Seorang guru datang, pelajaran akan segera di mulai.
Rasanya ada yang janggal di benak Eza, entah apa itu Eza tidak tau.
Dia terus saja melirik bangku kosong yang ada di belakangnya.
Sekarang posisi duduknya tidak lagi berdua melainkan satu-satu.
"Hai ? Nama lu siapa,? " Untuk pertama kalinya Eza bertanya ke Gio yang duduk di depannya.
"Gio, nama gue Gio, zaa "
"Bangku di belakang Gue, emang kosong ?"
"Ada, cuma lagi di hukum jadi dia gak sekolah. "
Gio mengetahui apa yang terjadi dengan Tian, Dia di skorsing dari sekolah karena ketahuan memukul seorang perempuan korbannya Felly.
Gio tidak tau alasan Tian melakukan itu, biasanya Tian selalu nurut dengan Felly bukan ? Tapi, kenapa sekarang seperti itu ?
Eza tidak bertanya lagi dia kembali fokus ke pelajaran yang di jelaskan oleh gurunya.
Waktu berjalan begitu cepat, pelajaran berakhir dengan tidak sempurna karena di akhir pelajaran seorang guru memberikan tugas ke murid-muridnya.
Banyak ngeluh tentang tugas itu, biasnya yang sering protes di kala ada tugas adalah Eza, hanya saja kali ini Dia tidak melakukan itu,Dia menerimanya.
Maklum Eza sekarang lagi mode pintar.
Felly sudah sembuh sepenuhnya dia juga sudah bersekolah, hari ini Felly ketemu sama Eza tanpa di sengaja.
"Zaa," panggil Felly sepertinya Felly ingin melakukan sesuatu hal jahat ke Eza terlihat jelas dari wajahnya.
"Siapa ,?" Dia bertanya ke Gio tentang perempuan yang memanggil dirinya.
"Lu gak inget Gue ? Gue temen Lu Zaa Gue Felly "
"Ya dia temen kita " timpa Gio hingga membuat Eza percaya.
"Jadi kita makan apa hari ini,? Di mana si Tian ?" Felly sengaja menanyakan itu padahal dia tau sendiri kalau Tian sedang di hukum.
"Gak sekolah, dia kan di hukum karena Lu " balas Gio sembil tersenyum
"Ciih " dalam hati Felly sangat kesal dan marah dengan Gio.
"Katanya mau makan, kenapa ngurus orang lain ? Ayok lah kita makan. " Ajak Gio
KAMU SEDANG MEMBACA
Tian My Boyfriend
General Fiction"Emang ada temenan, tapi mandi bareng ?" "...."
