11

33.3K 1.4K 58
                                        

SELAMAT MEMBACA~

_

_

_

Seminggu telah berlalu, semenjak kejadian di mana Felly di rawat di rumah sakit.
Kejadian itu membuat seorang Tian kena amukan dari ayahnya, pasalnya Tian tidak pulang meski sudah di hubungi.

Acara lomba basket sudah di gelar kemarin, pemenangnya sekolah Tian, dia mendapati kejuaraan tingkat nasional.

Meski menang Tian tidak merasa puas, biasanya dulu di kala pertandingan seperti itu, ada Eza yang selalu menemani nya, memberi semangat.

Tapi,

Sekarang hubungan mereka semakin jauh,semakin renggang, seperti orang asing.

Tian sering bersama Felly sekarang, itu pun di paksa oleh Felly beralasan tentang penyakitnya.

Bukan hanya dengan Eza hubungan Tian berlangsung, tapi ayahnya juga.
Ayah Tian, Bram, juga ikut memusuhi anaknya sendiri.

Dia tidak suka jika perintahnya di bantah.

Tapi ini terjadi bukan hanya sekali, Bram dan Tian sering bermusuhan karena tujuannya tidak sama.

Miru terbiasa akan hal itu, dan Tian juga demikian. Dia tidak terlalu peduli jika selamanya tidak bicara dengan ayahnya sendiri.

Tapi yang Tian pedulikan, dia tidak bisa, tidak bicara dengan Eza.

Dia tidak bisa di abaikan oleh Eza.

"Eza, ini bukan hotel "  ucap seorang guru petugas UKS.

"Ayolah buk, Eza cuma mau numpang tidur sebentar," ucap Eza.

"Kalau gak ibu kasih, akan Eza adukan hobi ibu ke guru lain " sedikit ancaman dari Eza tapi itu berhasil.

Guru itu menghela nafas, dan membiarkan Eza tidur, "satu jam saja "

Eza tersenyum, "oke " ucapnya penuh semangat.
Dia ke UKS hanya untuk mengindari Tian, katanya males ketemu Tian.

Eza tidur di kasur, sebelah tempat tidurnya yang tertutup korden seperti ada orang. Karena tidak biasnya, korden itu tertutup.

Eza tidak ambil pusing, dia berusaha memejamkan matanya, waktu satu jam itu cukup cepat kalau tidur dan sangat lama kalau belajar.

Eza masih kesal dengan Tian, dia tidak pulang malam itu, Eza memikirkan hal yang tidak-tidak,
Bagaimana kalau Tian melakukan itu ke Felly?
Dia saja berani meminta bantuan ke Eza tentang itu ?
Gak mungkin sama Felly Tian tidak melakukan itu.
Apalagi Felly seorang perempuan, cantik dan juga seksi.

Siapapun pasti tergoda kan dengan Felly ?

Kecuali Eza yang  tidak tergoda, dia membencinya.

Eza menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran negatif nya itu.

"Ngapain juga gue mikirin dia ?" Gumamnya menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

"Mau mereka melakukan, mau enggak. Gue gak ngurus !"

"Tapi gue benciii, gue sebel sama tuh kuyang ! Padahal yang kenal lebih dulu kan gue ! Aarrghhh!!" Teriak Eza pelan.

Kalau keras-keras di usir nanti.

Eza terus mengoceh, di balik selimut hingga seseorang terganggu,

Eza diam saat merasa kalau ada orang lain tidur di sebelahnya.

Eza membuka selimutnya "Lu gak lihat ada orang di kasur ini? Jangan karena gue kecil, lu anggap gue bantal guling—"

Cup!

Tian My Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang