SELAMAT MEMBACA~
_
_
_
"Baik anak-anak, sudah bapak katakan dari Minggu lalu, perkemahan besok,Barang-barang yang harus di bawa sebagai berikut—" pagi itu sekolah sudah di sambut oleh pengumuman dari seorang Guru.
Mengumumkan tentang perkemahan yang di lakukan setahun sekali di sekolah tempat Eza belajar.
Eza berjalan bersama Gio menuju kelasnya, tidak di sengaja Mereka melihat siswa cewek sedang berkerumun di depan gerbang sekolah.
"Ada apa di sana ?" Eza sedikit penasaran, karena tidak biasanya Murid-murid berkumpul di sana.
Ia, bersama Gio pergi memeriksa keadaan di sana
"Murid baru ?" Tanya Eza
"Bukan, pantes saja, Dia dulu sekolah di sini, duduk di belakang Mu, Dia sudah bebas dari hukumannya." Jelas Gio matanya terus menatap Tian.
"Oh~" Eza pergi rasa penasarannua sudah terobati, Cukup tau karena Dia tidak mau berinteraksi dengan orang yang entah kenapa membuat kepalanya sakit.
Tian melihat kepergian Eza, wajahnya kembali datar.
"Ti—tian, Lu udah sekolah kembali " tanya Felly tidak sengaja mereka bertemu
Tian hanya melihat enggan untuk menyapa ataupun berbicara dengan Felly.
"Tian Gue bicara ke elu. " Teriak Felly.
Tian berhenti, Dia menoleh ke arah Felly menatapnya dengan tajam. Namun tetap dia tidak berbicara.
"Ciih !" Kesal Felly
Suatu saat dia pasti bisa membuat Tian benar-benar menderita karena membuatnya marah.
Kejadian tentang penyakit Felly tidak Tian ungkit, Dia tau Felly berbohong akan penyakitnya dan hal itu membuat hubungan dia dengan Eza renggang.
Hal itu juga membuat Eza hampir meninggal.
Tian berjalan dengan santai ke kelasnya, di sana sudah ada Eza dan Gio duduk di mejanya masing-masing.
Tian berjalan dia duduk di tempatnya "Lu ikut kemah ?" Tanya Gio kepada Eza.
"Gak, Pasti Gue gak di kasih sama ortu "
Sekarang Eza dan Gio sudah berteman baik seperti sedia kala tapi, Eza masih belum mengingat Gio.
Mereka berteman hanya karena sering bersama di sekolah.
"Tian kamu tidur " seorang guru yang sedang mengajar di kelas itu menegur Tian dari tempatnya mengajar.
Meski begitu Tian tidak kunjung bangun.
Dengan rasa marah guru itu berjalan ke meja Tian.
"Tian!!" Panggilnya dengan suara tinggi.
"Hm ?" Jawab Tian mengangkat tubuhnya agar duduk dengan tegak.
"Kamu tidur !" Kembali lagi guru itu bertanya.
"Tidak pak "
"Jangan bohong, Kalau benar seperti itu ! Kedepan! Kerjakan soal yang ada di papan tulis. !" Perintahnya.
Tian menghela nafas panjang, Semua murid sudah menatap Tian mereka penasaran dan sangat yakin kalau Tian tidak bisa mengerjakan soal itu, secara Tian tadinya tidur, gak mungkin dia mendengarkan penjelasan guru kan ?
Namun dengan malas Tian akhirnya berdiri, Dia berjalan ke depan, mulai mengerjakan Soal yang ada di hadapannya sekarang !
Tangannya begitu lihay, bergerak, mencoret-coret papan tulis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tian My Boyfriend
Narrativa generale"Emang ada temenan, tapi mandi bareng ?" "...."
