36

18.6K 808 49
                                        

SELAMAT MENBACA~

_

_

_

Eza mengigit bibir bawahnya dengan kuat, terdengar desahan kecil yang keluar dari bibirnya yang mungil.

"Aahh .. Kenapa tiba-tiba, " Tanya Eza

"Ahhh ... Tian "

Tian seakan tidak mau mendengar, Dia semakin dalam melumat bibir Eza yang sekarang berada di bawah kungkungannya.

Eza mencoba untuk menandingi lumutan Tian yang sangat terburu-buru, seperti seseorang yang rakus.

"Hmmpp ... Aahh "

Tian merobek baju Eza hingga Eza telanjang dada. Ia berguru bergairah melihat puting  Eza dan langsung  menyambar puting Eza yang berwarna pink.

"Aahh .. " Eza meremas rambut Tian, Ia merasakan sensasi geli, bercampur nikmat.

"Gue mau di puting ini ada tindik, " gumam Tian sambil mempermainkan puting Eza.

"Uuhhhh ...  Jangan terburu-buru " ujar Eza menggeliat.

"Gue benci, Lihat Lo dekat sama orang lain, Apalagi Gala. " Kata Tian yang sekarang menatap mata sayu Eza.

"Gue gak ngelakuin kesalahan apapun kan ?" Suaranya lemas efek kenikmatan tadi.

"Lo bicara sama Dia, Lo adu kontak sama Dia, Gue gak suka. " Tegasnya sambil mencium leher Eza.

"Dia bicara sama Gue, gak mungkin gak Gue jawab kan ?" Eza mengelus rambut Tian.
Ia melihat Tian seperti anak kecil yang sedang ngambek tidak di belikan jajan.

Lucu, dan menggemaskan kalau Dia cemburu.

Tian melihat Eza dengan lidah melumat dada Eza, "Lo berhenti bicara sama Orang lain Oke. " Titah Tian.

"Lo larang Gue ?"

"Ya."

"Ahhh ... Berhenti menggesekan itu, " Eza menghentikan aksi Tian.

"Tapi, Lo suka kan ?"

Tian membuka bajunya, Ia juga membuka celana Eza, katanya malam ini Tian mau makan tubuh Eza yang sudah berani membuatnya cemburu.

Tian bertingkah seperti sekarang karena waktu mancing tadi, Eza sering berbicara dengan Gala, karena itu Tian cemburu.

Dia buru-buru pulang kerumahnya hanya untuk mau menghukum Eza.

Mereka sekarang berada di kamar Tian, Di perumahan. Tidak di rumah utama keluarga Tian.

Di atas kasur milik Tian, Eza terbaring mengangkang, sedangkan Tian mulai menyesap penis Eza.

Rasanya begitu nikmat, ada rasa geli bercampur sakit.
Eza mengangkat tubuhnya dengan mata terpejam mulut yang terbuka sambil mendesah.

Ini untuk kedua kalinya, kenikmatan di atas tempat tidur Eza rasakan.
Pikirannya sudah mulai kosong, kenapa bisa senikmat ini ?

Meski Tian marah, Dia tetap memperlakukan Eza dengan lembut di atas tempat tidur
"Lo boleh teriak, Sepuas yang Lo mau. Karena di sini cuma kita berdua. " Tian berbisik.

"Gue suka dengan desahan Lo, rasanya semakin bergairah."

"Gue akan buat Lo meminta lagi, lagi dan lagi. "

Tian membuka celananya, menampilkan gajahnya yang besar nan panjang yang sudah siap berburu masuk ke dalam lubang Eza.

"Ahhh ..  membayangkan Lo menangis memohon ke Gue, sudah bikin Gue hampir keluar. " Ucap Tian menatap Eza.

Tian My Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang