14

33.5K 1.5K 78
                                        

SELAMAT MEMBACA~

_

_

_

Gio terbangun dari komanya, dia berusaha menutupi cahaya yang menyilaukan matanya.

Belum ada siapa-siapa di tempat itu, setelah di lihat dengan teliti oleh Gio.

Sampai akhirnya Gio kaget mendengar suara pecahan kaca, Dia menoleh mencari sumber suara itu.

Seseorang berdiri, mematung melihat dirinya yang sudah bangun.

"Gioo?"

Orang itu berlari keluar, dia mencari seorang dokter.

Tidak lama dokter datang untuk memeriksa keadaan Gio.

"Syukur kamu sadar dan berhasil melewati masa kritis mu. " Ucap sang dokter terlihat begitu senang dengan keadaan pasiennya.

Kata dokter Gio perlu banyak istirahat. Dia juga meninggalkan kamar Gio setelah selesai memeriksa keadaan Gio.

"Eza ?" Orang yang pertama Gio tanya setelah sadar dari komanya.

Orang itu, Gala duduk di kursi sebelah tempat tidur Gio. "Dia belum sadar, Gio " ucap Gala.

Tatapan Gio sedu, "berapa lama Saya tidur pak ? "

"2 Minggu " jawab Gala.

Gio diam, sebelum akhirnya dia berbicara lagi. "Saya mau ketemu Eza. "

"Jangan sekarang, kamu baru sadar dari koma, jenguk dia saat kondisimu benar-benar fit ya " mohon Gala yang akhirnya di setujui oleh Gio.

Seperti kata Gala, Gio tidur selama kurang lebih dua minggu, untung saja saat dia terbangun ingatannya masih normal. Kata dokter dia bersyukur sangat operasinya berjalan lancar tidak mengambil ingatan Gio.

Sedangkan di sisi lain. Eza masih tidur. Tidur dengan bantuan infus

Tian mendengar kabar bahwa Gio sudah siuman, mendengar itu Tian menjenguk Gio seorang diri.

Dia juga sudah ijin dengan Gala yang katanya sepupu Gio.

Tian masuk kedalam kamar inap Gala. Ini sudah kedua kalinya Tian masuk ke sana.
Saat Gio tertidur dan sekarang.

"Gio ?" Sapa Tian memasuki kamar tersebut.

Gio melihat sekilas, lalu kembali memalingkan pandangannya.
Dia marah ke Tian karena Tian menampar Eza dan memilih percaya ke orang lain.

"Bagaimana ke adaan Lu ?" Tanya Tian mengabaikan ketidak pedulian Gio terhadapannya.

"Seperti yang Lu lihat " jawab Gio tanpa menatap Tian yang sekarang duduk di sampingnya.

"Gio, lu kenapa bolos hari itu, ? "

"Lu nanya ? Lu nyalahin gue ?"

"Gak-"

"Tian ! Kalau bukan karena lu nampar Eza, dia gak mungkin nangis. Gue juga gak mungkin ngajak dia bolos dan pergi ke pantai cuma untuk ngebuat dia lupa sama masalah yang lu berikan. "

"Gue tau, ini emang salah Gue, gue cuma nanya " Tian tersenyum sedu.

"Maaf, kalau gue ngeganggu lu, Gue pergi sekarang. Lu harus banyak istirahat" Tian berdiri, lantas pergi dari kamar inap Gio.

"Hah " Gio menghela nafas lelah. Dia meringis sakit di bagian kepalanya, mungkin karena tadi sedikit berteriak.
Habisnya emosi sama Tian.

Gala datang, "kenapa ?" Tanya Gala dia sempat mendengar helaan nafas Gio.

Tian My Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang