19

25.2K 1.2K 25
                                        

SELAMAT MEMBACA~

_

_

_



Semilir angin menampar tubuh Eza yang tengah duduk termenung di depan tendanya.

Malam ini puncak perkemahan untuk sekolah Eza,
Semuanya sedang berkumpul, duduk melingkar dan  api unggun menemani malam itu.

Hanya Eza yang masih duduk di depan tendanya, Dia merasa tidak enak badan, Hoodie nya masih Eza pake, Tidak tau siapa pemilik Hoodie itu, setidaknya bau Hoodie itu begitu menenangkan.
Yang jelas Eza masih menebak pemilik Hoodie  yang dia gunakan.

Eza mendengar nyanyian dari seseorang, suaranya tampak tak asing di dengar.
Lagu barat yang begitu enak di dengar, dan memiliki arti yang sangat mendalam.

Eza bangkit berjalan ke tempat di mana semua orang berkumpul.
Sampai di sana tidak ada seseorang yang sedang bernyanyi, hanya sebuah rekaman yang sengaja di putar untuk menghiasi malam itu.

"Zaa kepala Lu udah gak pusing lagi ?" Gio bertanya

"Gak," menggelengkan kepalanya pelan,sembari duduk di sebelah Gio.

"Rekaman dari siapa,?" Yang Eza maksud lagu yang di putar oleh sekolah.

"Tian, seharusnya Dia nyanyi sekarang. Tapi, katanya Tian udah pulang duluan karena gak enak badan. "

Orang-orang di sana tidak tau, Tian masih di tengah hutan.
Awalnya memang Tian pamit pulang duluan, tidak ikut pergi ke dalam hutan.

Namun, karena Dia menghawatirkan kan Eza, diam-diam Tian mengikuti rombongan itu.
Hanya untuk memastikan Eza baik-baik saja.

Tapi, kenyataannya tidak seperti itu.

Semua orang bergembira di tempat itu, mengingat besok semuanya sudah balik ke rumahnya masing-masing.

Eza menghela nafas, Ia ijin ke belakang, untuk sekedar pipis.

Bruuk,

Saat Eza sedang melakukan ritualnya,Dia Eza mendengar suara seseorang terjatuh,

Eza memberanikan diri untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam hutan, di temani senter hape.

"S—siapa ?" Tanya Eza dengan suara ketakutan.

Sejujurnya Eza takut akan hantu,

Dia berjalan hingga akhirnya menemukan seseorang sedang terbaring di atas tanah.

Setelah sadar kalau itu orang sungguhan Eza berlari menghampiri orang itu.

"Lu kenapa ? " Sambil menggoyangkan badan orang tersebut.

Eza membalikan badan Dia, Ia terkejut melihat orang itu yang di lumuri darah di bagian kepalanya hingga menyebar ke wajah nya.

"Lu—Lu orang asing itu. " Heboh Eza.

Tian hampir berhasil keluar dari hutan, namun sayangnya dia tidak kuat karena itu Tian kembali tidak sadarkan diri. Untung saja, Eza berada tidak jauh dari tempat itu.

"TOLONG!!!! " Eza berteriak berharap orang-orang itu mendengarkan teriaknya.

"Tooolooooong!!!"

Tian harus segera di rawat, kalau tidak itu bisa mengancam keselamatan Tian.

Tidak lama semua orang datang berbondong-bondong,

"Pak tolongin dia "

"Eza, ada apa dengan Tian ?"

Tian My Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang