31

21.3K 920 24
                                        

SELAMAT MEMBACA ~

_

_

_

"Kalau Lo gak suka, bilang. Kita bisa berhenti
sekarang. " Ucap Tian

"Di saat Gue merasa nikmat ?" Tanya Eza dalam hati, Dia merasa sedang di permainkan oleh Tian yang membuatnya sangat kesal.

"Kenapa tiba-tiba?"

"Gue gak mau Lo membenci Gue setelah kita melakukan hal ini. "

Eza diam sesaat, Ia memutar bola matanya acuh. "Benar-benar sengaja. " Pikir Eza.

"Lanjutin aja! Nanggung banget. " Celetuk Eza.

Tian tersenyum penuh kemenangan, "Baiklah, Gue gak nolak karena Lo yang minta,"

"Hah! Kok Gue- mpphh " mulut Eza di bungkam dengan mulut Tian, sebelum Dia menyelesaikan pembicaraannya.

"Ughh .. "

Tian mengecup mesra seluruh tubuh Eza dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Dia juga memberikan perlakuan khusus untuk Eza. Tian melakukan blow job kepada Eza.

"Ini pertama bagi Gue. Gue harap Dia suka." Batin Tian sambil menjilati penis Eza.

"Aahh .. "

Penis kecil milik Eza di mainkan oleh lidah Tian, di jilat seperti ice cream.
Melihat Eza menggeliat keenakan membuat Tian semangat melakukan lebih dari itu.

"Aahh .. Tian, ugh " desahnya frustasi.

Di ujung kenikmatan yang di rasakan Eza, sperma Eza keluar menyembur ke dalam mulut Tian.
Di telan-nya sperma itu tanpa sisa oleh Tian.

"Enak ?" Tanya Tian menatap Eza yang sedang mengatur nafasnya.

Tian pergi ke lemari, membuka laci yang ada di dalam lemari itu, Ia mengambil gel pelumas dan juga sebuah kondom berukuran besar. Tian selalu menyetok barang itu untuk jaga-jaga katanya.

"Zaa lebih ngangkang " pinta Tian.

"Gini ?" Sambil memegang kedua kakinya.

"Yah, " Tian mulai melumasi bagian lubang Eza, rasanya dingin, ketika gel Itu tumpah dan mengenai kulit Eza.

"Ahh- sakit " ucap Eza

"Bentar, baru satu jari. "

"Sakit, lepasin itu bajingan !"

"Lo harus tahan, Bentar lagi enak. " Titah Tian yang sekarang sudah memasukan tiga jarinya sekaligus.
Ia berusaha mencari titik nikmat yang ada dalam tubuh Eza.

"Uugghh .. akhh ... "

"Jangan gigit bibir Lo." Tian menjilat darah Eza kemudian menyesap bibir Eza dengan lembut.

"Ahh~ " Eza mendesah nikmat saat tangan Tian berhasil menyentuh titik nikmatnya.

"Ketemu .. " Tian tersenyum. Ia membuka celananya, membuka kondom dan memasang kondom itu ke penisnya yang sudah menegang.

Sebelum di masukan, Tian menggesekan-nya terlebih dahulu, mencari sela. Setelah di rasa pas Tian langsung memasukan miliknya ke dalam lobang Eza.

"Aahhh-"rintih Eza meremas punggung Tian yang tanpa baju.

"Sakit .. " rengeknya.

"Bentar lagi enak, " Tian tidak memaksa penisnya untuk masuk sepenuhnya, karena melihat Eza kesakitan di bawah Kungkungan nya.

"Gue gerakin, " dengan pelan, penuh kehati-hatian Tian memaju mundurkan pinggulnya.
Eza mendesah kesakitan di bawah

"Ahh .. Tian sakit, "

Tian My Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang