SELAMAT MEMBACA~
_
_
_
"Siaalllll siaaalll siaaalll ,,, "
"Aarrghhh!!" Wanita itu menghancurkan kamarnya sendiri, dia merasa kesal mengumpat sambil berteriak.
Wanita paruh baya membuka pintu kamar anaknya
"Sayang, kamu kenapa ? " Tanya wanita paruh baya itu, Ia mendekat ke sisi sang anak.
"Mama " Felly mengadu, menangis memeluk sang mama.
"Kenapa sayang, kok kamu berantak–in kamar mu ?"
"Aku kesel Ma, Aku marah sama Eza. Dia rebut pacar aku Ma "
"Eza ?"
"Ya, " Felly menganggukkan kepalanya dengan lelehan air mata membasahi pipinya.
Felly menceritakan lebih detail lagi tentang Eza yang merebut Tian darinya ke ibunya sendiri.
"Jangan sedih, Mama pastikan kamu mendapatkan apa yang seharusnya jadi milikmu sayang, "
"Ayok kita keluar, kita ke mall shopping, biar kamu gak sedih lagi ya "
Felly menganggukkan kepalanya.
"Ya udah kamu siap-siap dulu, Mama juga mau siap-siap"
"Ya,Ma " Felly merasa senang, Ia tidak nangis lagi,
Detik kemudian mama Felly sebut saja Femi keluar kamar anaknya, Ia memerintahkan maid nya untuk membersihkan kamar Felly setelah mereka keluar dari rumah.
***
"Tian ? Kenapa, ada apa? Kok bisa ? Cerita sama mama " ujar Miru begitu penasaran setelah Tian keluar dari kamarnya.
"Jangan berisik, jangan buat Eza bangun, Ma "
"Makanya cerita. "
"Aku juga kurang tau, Dia datang sambil nangis " ujar Tian sambil minum kopi buatan Ibunya.
Pagi itu, suasana begitu dingin, embun pagi terlihat begitu jelas di udara,
Hari ini sekolah libur tanggal merah.
Eza belum bangun, masih tertidur pulas di kamar Tian.
Keluarga Tian juga sudah memberitahukan ke keluarga Eza tentang Eza yang tidur di rumahnya.
"Ingatan Eza kembali ?" Tanya Bram
"Seperti nya begitu " jawab Tian.
"Kopinya sayang " Miru membuatkan kopi untuk suaminya.
"Terimakasih " sambil tersenyum menikmati kopi buatan sang istri.
"Kalau dia bangun, segera bawa ke rumah sakit, ngerti?"
"Ya, Pa " jawab Tian.
Tian kembali ke kamarnya, untuk mengecek keadaan Eza, dia juga membawa roti beserta telur ceplok dan sosis tidak lupa juga dengan minuman susu untuk sarapan Eza kalau nanti dia bangun.
Sesampainya di sana, Tian melihat Eza tengah duduk menghadap jendela, menatap rumahnya dari jendela kamar Tian.
"Haii, " sapa Tian menaruh nampan yang di bawa di atas meja, Dia mendekati Eza.
"Kenapa ?" Tian bertanya pasalnya Eza hanya diam dari tadi tidak bersuara
Eza menggeleng, Tian kembali mengambil nampan yang berisi makanan itu dia juga menggeser kursi tempat untuknya duduk menghadap Eza.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tian My Boyfriend
General Fiction"Emang ada temenan, tapi mandi bareng ?" "...."
