10

36.7K 1.4K 150
                                        

SELAMAT MEMBACA~

_

_

_




"Dia milik saya,"

"Oh, maaf, saya cuma membersihkan sisa makanan yang ada di bibir Eza. "

Tian menarik Eza menjauh dari mereka.
Gio di sana menatap Gala begitu pula dengan Gala.
Keduanya tidak tau kalau Tian ada di sana.

Orang-orang di sana cuma berbisik-bisik Susana tegang meski di luar hujan deras.

"Tian Lu kok tinggalin Gue ?" Tanya Felly menghampiri Tian.

"Lu pulang sendiri aja, Gue mau pulang sama Dia " menunjuk Eza.

"Dia kenapa ? Gue gak bisa pulang sendiri Tian, kepala Gue tiba-tiba sakit " sambil memegangi kepalanya.

Mencoba untuk mendapatkan perhatian Tian lagi.
"Gue beneran Tian. Gue gak bohong, kepala gue sakit. "

"Sudah, lu pulang saja sama dia. " Ucap Eza menunjuk Felly.

"Gue mau pulang sama Gio dan pak gala. Lagian lu gak kasian sama dia, dia kan cewek, gak baik Loh pulang sendirian. Dia kan temen lu "

"Tapi zaa "

"Sudah " melepas cengkraman tangan Tian.

"Gue gak suka lihat lu sama dia zaa!! Lu paham gak ?"

"Gue gak suka !"

Eza tidak menjawab, dia memilih pergi mencari gala dan Gio.

"Ayok kita pergi " ajak Eza menarik tangan gala.

Gio mengikuti dari belakang,

"Zaa!!" Teriak Tian dia ingin mencegah kepergian Eza tapi Felly memegang tangan Tian dengan erat.

Kepergian Eza tidak bisa di cegah mereka sudah terlanjur pergi.

"Lepasin gue Fell " tian menepis tangan Felly dengan keras hingga Felly jatuh ke lantai.

"Aakhh!!"

"Fell !" Tian membantu Felly dia terbaring tidak sadarkan diri di bawah, setelah tidak sengaja di dorong Tian.

Semua orang melihatnya, buru-buru Tian menggendong Felly dan membawa Felly ke rumah sakit. Dia takut Felly kenapa-napa.

"Fell sadar gue mohon " monolognya khawatir.

Tian menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh di tengah gemuruhnya hujan.

Sekitar 20 menit Tian sampai, di rumah sakit.
Dan langsung membawa Felly masuk ke dalam.

"Tolong, selamat dia "

Di lain sisi

"Lu kenapa pulang sama kita ?" Tanya Gio

"Males aja gue sama kuyang itu. "

"Fffppp!!!  Gak ada nama lain ? " Tanya Gio menahan Tawanya.

"Banyak nama dia, tapi kuyang lebih baik. "

Gala yang mendengar percakapan itu hanya tersenyum Dengan pandangan fokus ke depan soalnya dia sedang menyetir.

"Hujannya kapan berhenti ?"

"Gue juga gak tau, coba lu tanya sendiri ke hujan " ucap Gio.

"Ah males, udah karena kenyang gue ngantuk, gue tidur dulu. "

"Kalau sudah sampai bangunin gue " ucapnya menyamankan posisi untuk tidur.

Hari itu, hujan sangat deras mengguyur perut bumi
Mobil Gala berjalan pelan di tengah-tengah kesunyian kota.

Tian My Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang