SELAMAT MEMBACA~
_
_
_
Eza merentangkan badannya di kasur, Ia menatap langit-langit kamarnya.
Waktu demi waktu berlalu, semuanya berjalan tanpa kendala, tapi itu semua terasa kosong di benak Eza,
Sudah beberapa hari Eza tidak melihat Tian di sekolah, dikelas maupun di rumah. Dulu, Eza sering melihat Tian di depan halaman rumahnya tapi sekarang tidak pernah sama sekali.
Entah Tian menghindari Eza dengan sengaja, atau memang waktu tidak mau mempertemukan mereka.
Semua ini terjadi ketika Tian menanyakan hubungan Eza dengan Gala seperti apa.
Sudah sekian kalinya Eza menghela nafas yang terdengar begitu berat.
Semuanya terasa janggal.
Eza mencoba untuk memejamkan matanya, tidur karena hari sudah gelap.
"Sayang?" Panggil Vania sadar akan kecemasan anaknya.
"Ya, Ma ?"
"Boleh Mama masuk ?"
"Boleh. "
Vania membuka pintu kamar anaknya saat Ia mendapati ijin dari sang anak.
Vania berjalan mendekat, lalu duduk di sebelah Eza.
"Apa yang kamu pikirkan,?" Tanya Vania.
"Aku gak memikirkan apapun Ma,"
"Jangan bohong, Mama tau kamu sedang memikirkan sesuatu, waktu malam malam saja kamu gak fokus, sayang. "
"Ada apa hmm, Mama bisa mendengar ceritamu, cerita saja."
Eza menatap Ibunya, "Sebenernya Aku memikirkan Tian Ma " jujur Eza.
"Tian ?"
"Iya. "
"Ingatan Mu sudah kembali sayang ? Ya ampun terimakasih akhirnya ingatan Eza kembali lagi," Vania heboh dengan sendirinya tidak membiarkan Eza untuk menjelaskan lebih detail.
"Mama harus kasih tau Papa Mu—"
"Mama!" Suara Eza sedikit meninggi dari biasanya.
Vania di buat terdiam oleh Eza.
"Maaf, Gak maksud aku ngebentak Mama, Aku cuma mau bilang, ingatan Ku belum sepenuhnya sembuh Ma, Aku belum ingat Tian sama sekali. "
"Cuma, Aku ngerasa dia menghindari aku akhir-akhir ini, Rasanya sakit Ma. "
Vania menaruh kembali ponselnya, Ia duduk.
"Kamu belum ingat, gak apa-apa, jangan di paksakan ya nak, kepalamu bisa sakit nanti. "
"Mama cuma mau ngasih tau sedikit saja tentang Tian,"
"Dia Lelaki yang selalu berada di samping Mu dulu, "
"Dia laki-laki yang baik dan selalu menyayangiMu "
"Dia laki-laki yang sering kamu ceritakan Ke Mama. "
"Dia laki-laki istimewah untuk Mu. "
"Kamu, dan Dia sering bersama, menghabiskan hari, kalian juga sering tidur bareng. " Vania tersenyum menceritakan Tian di hadapan anaknya.
Vania terus menceritakan Tian, menceritakan kisah mereka kecil dulu, hal itu membuat Eza merasa tenang dan mengantuk.
"Sekarang, kamu tidur ya sayang, Udah malem besok sekolah. "
KAMU SEDANG MEMBACA
Tian My Boyfriend
General Fiction"Emang ada temenan, tapi mandi bareng ?" "...."
