26

21.3K 782 17
                                        

SELAMAT MEMBACA~

_

_

_

Bugh!!

"Sakit, anjing!" Titah seseorang yang Eza pukul.

"Salah Lo sendiri, " Eza menyerahkan flashdisk ke orang itu, setelah menerimanya orang itu cengingiran gak jelas, mungkin sudah mengerti alasan Eza memukulinya.

"Sorry, Gue salah ngasih flashdisk ke Elo, " Ucapnya sambil senyum-senyum, "nih yang baru, kalau ini Gue jamin horor semua tanpa adanya adegan pornografi," Dia menyerahkan flashdisk lainnya yang di ambil dari dalam tas selempang nya.

"Gak usah, " tolak Eza, tidak mau tertipu untuk kedua kalinya.

"Serius, Ini horor semua " Ia berusaha untuk membujuk Eza agar menerimanya. Tapi Eza tetep kekeh pada pendiriannya.

"Gak usah, !" Eza menolah dan langsung pergi ke tempat duduknya.

"Udah urusannya ?" Tanya Gio

"Udah, " jawab Eza malas, menidurkan kepalanya di meja belajar.

Gio melihat Eza, mengelus-elus rambut Eza yang ternyata selembut sutra, "pake sampo apa,?" Tanya Gio penasaran.

"Kepo, " Eza tidak memberitahukan merk sampo yang di gunakannya, Dia juga gak tau beli di mana karna sampo itu di berikan oleh Tian.

"Pelit Lo! "

Gio menyadari akan satu hal, Dia menanyakan keberadaan Tian ke Eza. "Tian mana ?"

"Ke ruang Guru, katanya di panggil ke ruang Guru, " jawab Eza dengan posisi yang masih sama, merebahkan kepalanya di meja.

"Tumben, "

Tidak lama dari itu, Tian datang wajahnya terlihat lesu, Dia berjalan mendekat ke mejanya yang berada di belakang meja Eza.

"Kenapa ?" Tanya Gio menyadari ada yang janggal

"Gak, " jawab Tian yang sekarang duduk di mejanya.

Tian menatap Eza, perasaannya campur aduk, benar-benar tidak tega. Kalau sampai Eza tau apa yang harus di lakukannya ?

Membayangkan Eza sedih, Tian sudah tidak kuat.

***

"Pulang sama siapa ?" Tanya Gala melihat Eza masih berdiri di depan gerbang sekolah.

"Mau saya antar ?"

"Gak usah Pak, Aku pulang sama Tian, " jawab Eza diiringi senyuman manis khas miliknya.

"Oke, " Gala melajukan mobilnya, meninggalkan Eza. Gala kembali menghentikan mobilnya, di tepi jalan.

"Naik, " ujar Gala  membuka kaca jendela mobilnya.

"Lama !"

"Maaf, tadi ketemu Eza, Gue tawarin barengan Dia gak mau, katanya sama Tian,"

"Masih di sekolah,?" Gio menanyakan Eza.

"Ya, " jawab Gala sambil melajukan mobilnya ke jalan raya.

"Mau sampai kapan ?" Tanya Gala di tengah perjalannya.

"Maksud?"

"Mau sampai kapan Lo pura-pura jadi sepupu Gue ?"

"Selamanya kalau bisa. "

Tian My Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang