15

34.3K 1.6K 69
                                        

SELAMAT MEMBACA~

_

_

_

_









"Tian ??!"

"Se—sejak kapan L—Lo di sini—? " Suara Felly terbata-bata Dia takut kalau Tian mendengar percakapannya dengan Fitri.

"Sejak sebelum lu datang " jawab Tian, lelaki itu berdiri, dia mendekat ke arah Felly yang duduk di ranjang.

"Lu sakit ?"

Felly dengan cepat menganggukkan kepalanya penuh ke antusias–an.

Tian menghela nafas panjang, dan detik itu juga Felly memeluk Tian, "kepala Gue sakit lagi Tian, kenapa lu gak bisa di hubungi ? Lu janji mau rawat gue kan, Lu udah janji,Tian. "

Tian mengelus rambut Felly dengan sangat lembut, Felly merasa senang karena Tian masih percaya dan tidak mendengar percakapan dia dengan Fitri Tadi. 

Fitri yang tadi ketakutan juga kini bernafas lega.

Tian terus mengelus sambil berkata maaf ke Felly karena tidak bisa di hubungi akhir-akhir ini.

"Sampai kapan ?" Tanya Tian dengan suara dinginnya,

"Mak—maksud lu apa tian—"

Bugh!!!

Belum selesai bicara Tian sudah menjambak rambut Felly dan membenturkan kepala Felly ke tembok, hingga berdarah.

"Gue gak tuli, bangsat ! Gue denger semua! "

Fitri syok dia ketakutan lalu berlari keluar mencari seorang guru untuk menghentikan aksi Tian.

"Gue ngorbanin Eza demi manusia bajingan kek lu !"

"Gue nampar Eza demi perempuan tai kek lu ?"

"Dan lu lihat Eza koma, dan itu gara-gara Gue yang lebih percaya Lu "

Tian terus mengumpat menampar Felly dengan keras hingga Felly pingsan Tian tidak perduli, dia begitu emosi dengan Felly yang sudah berani memboyong nya.

"Tian cukup !" Kepala sekolah datang bersama guru pengawas lainnya dan juga Fitri.

Tian menarik nafasnya dia melempar Felly hingga Felly tergeletak tak berdaya

Dengan cepat Fitri menghampiri Felly dia menangis memohon untuk segera menelepon ambulan.

"Ke ruang bapak sekarang !" Titah kepala sekolah itu.

Dia juga memerintahkan seseorang untuk membantu Felly.

Semua murid berkerumun melihat keadaan Felly ada juga di antara mereka berkerumun di depan ruang kepala sekolah hanya untuk mendengar hukuman apa yang akan di berikan Tian.

Ada yang takut kalau Tian bakal di keluarin dari sekolah.

"Kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan Tian ?"

"Kenapa kamu memukul seorang perempuan ?"

Tidak lama ayah Tian datang, dia di panggil oleh kepala sekolah.

"Kenapa dengan anak saya pak ?"

Kepala sekolah itu menceritakan kejadian yang di lihatnya ke Bram ayah Tian.
Tian hanya diam, dia tidak menyesali melakukan itu ke Felly.
Dia menyesal karena tidak membuat Felly sampai mati.

"Jadi, atas perbuatannya itu, saya men–skorsing Tian selama dua Minggu  penuh. "

"Dan kita tunggu keadaan Felly, kalau dia tidak membaik saya rasa dengan berat hati saya akan mengeluarkan Tian dari sekolah ini. " Tegas bapak kepala sekolah membicarakan hukuman yang pantas untuk perbuatan Tian.

Tian My Boyfriend Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang