Perawat baru saja meninggalkan brankar Evan setelah mencabut infus laki-laki itu. Sudah hampir 30 menit Retha pergi ke toilet dan belum juga kembali. Terpaksa Evan harus pergi menebus obat sendiri ke bagian farmasi. Jangan lupakan wajahnya yang terlihat ditekuk dan berjalan sembari sedikit menghentak-hentakkan kaki.
Akan tetapi, baru saja Evan membuka keluar dari ruangan UGD saat itu pula Retha hendak masuk. Saat gadis itu melihat Evan ia sedikit terkejut, tapi ia mengendalikan wajahnya dengan cepat. Namun mau sekeras apapun Retha menyembunyikannya Evan tetap saja bisa tahu.
"Rere! Kamu dari mana? Ke toiletnya lama banget,"
"Oh, tadi toiletnya penuh."
"Benar? Aku gak suka dibohongin loh Re. Kamu tau itu kan?"
Retha tertawa terpaksa, "Tahu kok. Oh ya gimna udah selesai?"
Evan pun mengangguk kemudian dengan dipapah Retha, mereka berjalan menuju ke bagian farmasi untuk menebus obat. Sepanjang perjalanan, diam-diam Evan mengepalkan tangannya erat. Hatinya tidak tenang memikirkan Retha yang tadi pergi ke toilet lama sekali.
'Apakah benar dia tadi dari toillet? Apa yang membuatnya begitu lama? Dia tidak sedang berbohong padaku kan?'
***
Maaf telat update 😁
Salam hangat, Koala Kecil 🐨🐨🐨
KAMU SEDANG MEMBACA
B.I.L (Because I Love)
Fiksi RemajaSejak insiden itu, Retha dipaksa menikah dengan Evan. Sementara itu ia memiliki perasaan romantis dengan orang lain yang juga satu profesi dengannya. Ketika Retha sudah membuat keputusannya, orang yang telah membuat hidupnya menderita kembali masuk...
