36.

6 0 0
                                        

Sejak keluar dari ruang rias, Retha terus saja mengabaikan Evan. Laki-laki itu juga tidak henti-hentinya meminta maaf pada Retha tapi gadis itu sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun. Tqpi bukqn Evan namanya kalau mudah menyerah.

"Sori ya, Re. Janji deh gue gak gitu lagi,"

Retha hendak membuka mulutnya untuk berbicara pada Evan, tapi pintu besar dihadapqnnya lebih dulu terbuka dan pembawa acara sudah mempersilahkan mereka untuk memasuki ruangan.

Senyum kecut terlukis di wajah pengqntin wanita. Ya, meskipun itu adalah sebuah pernikahan yang tidak Retha inginkan tapi ini adalah peristiwa sekali seumur hidup. Mqu bagaimanq pun juga ia tidak bisa menghancurkan harqpan orang-orang terdekatnya.

Ketika sampai ditengah-tengah ruangan ada sebuah suara seorqng wanita yang menyuruh mereka untuk berhenti. Otomatis pandangan semua orang tertuju pada wanitq yang mengenakan dress berwarna merah marun dan menggunakan kacamata hitam.

Begitu wanita itu melepaskan kacamatanya raut wajah terkejut tergambar jelas di wajah semua orang, terutama Darwin.

"Kamu tidak boleh menikah dengan Retha!"

Siapa yang tidak mengenal Liana, Seorang pelukis terkenal sekaligus istri dari Darwin ayah mempelai pria, yang tidak lain adalah Ibu kandung Evan. Terakhir beritanya ia telah meninggal dalam kecelakaan mobil.

Evan, laki-laki itu tidak bisa berkata-kata, tanggnnya yang sedang memegang tangan Rethq pun prlahan mulqi terlepas dan air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

Perlahan dengan langkah yang anggun Liana pun mulai mendekati putranya.

"Hai putra kecilku, lama tidak bertemu,"

Beggitu mendengar sapaan yang begitu akrab di telinga, mau tidak mau Retha harus percaya orang dihadapannya benar-benar Ibu Evan.

Berbeda dengan reaksi Retha, Evan justru tidak bisa berkata-kata. Lidah dan bibirnya saat ini tidak sejalan dengan otaknya. Hanya ada air mata yang mengalir deras dari pipi laki-laki itu. Pada saat wanita itu hendak meraih wajah putra tunggalnya, Evan lebih dulu melangkah pergi meninggalkan ballroom dan Retha tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Evan pergi ke rooftop, saat ini ia sangat membutuhkan udara segar yang banyak untuk membantu mencerna semua kejadian barusan. Ia berteriak sekuat tenaga sampai jatuh tersungkur ke tanah.

***

Happy holiday semua 😆❤
Salam hangat, Koala Kecil 🐨🐨🐨

B.I.L (Because I Love)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang