37.

8 1 0
                                        

Setelah puas berteriak, Evan hanya berdiam diri menatap pemandangan malam kota. Tatapannya kosong tapi pikirannya terus saja mengucapkan kata 'kenapa'. Sampai seseorang mendekati sembari menepuk pundaknya pelan.

Retha yang masih mengenakan gaun putih khas pengantin berdiri tepat disebelah Evan. Lama laki-laki itu berdiam diri sambil menatap jauh enta kemana sampai,

"Tante masih hidup ternyata, congrats." Retha membuka pembicaraan

Sementara Evqn, laki-laki itu hanya tersenyum tipis kemudian menatap Retha.

"Maaf, sepertinya aku gak bisa lanjutin pernikahan ini."

Retha tersenyum dengan sangat manis, sebuah senyuman yang belum pernah dilihat Evan sebelumnya.

"Gak apa-apa kok, kita kan sahabat. Apapun keputusan lo selama itu baik, pasti gue dukung!"

Evan tersenyum kemudian menarik Retha kedalam pelukannya. Gadis itu tentu saja membalas pelukan hangat Evan. Ia menepuk-nepuk punggung lebar itu layaknya sedang menidurkan bayi mungil.

Sementara Evan memeluk Retha dengan sangat erat. Pada kesempatan ini ia dapat menumpahkan seluruh perasaannya termasuk rasa sukanya pada gadis dihadapannyq itu.

Cukup lama mereka berpelukan akhirnya mereka melepaskan pelukan itu. Evan menatap Retha lamat-lamat lalu mulai membelai wajahnya.

"Aku pergi ya, jaga diri kamu. Aku sayang sama kamu, Re. Makasih buat semua."

Setelah berkata seperti itu, Evan mulai berjalan ke arah pintu. Sebelum memasuki pintu laki-laki itu memutuskan untuk melihat Retha untuk terakhir kalinya.

Gadis itu tersenyum manis, srmentara hatinya seperti teriris karena tidak bisa menikahi orang yang sangat ia cinta. Evan berharap setelah ini Retha dapat menemukan seseorang yang perempuan itu cinta dan balas mencintainya. Mungkin Vian orangnya.

***

Selamat tahun baru 2025 semua 🎉🎆

Salam hangat, Koala Kecil 🐨🐨🐨

B.I.L (Because I Love)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang