Haechan mengejar orang-orang yang membawa ibunya pergi tapi saat itu juga dia melihat banyaknya prajurit yang bertarung, keadaan kerajaan benar-benar sangat kacau.
Tapi Haechan tidak terlalu memikirkannya karena dia yakin Mark akan bertindak cepat dan terus berlari mengejar orang-orang itu, dalam pikirannya dia terus memikirkan tentang peristiwa ini apakah ada di dalam buku yang pernah dia baca.
'Sial, aku tidak bisa mengingat apapun.' batin Haechan yang terus berlari, bahkan sampai keluar dari gerbang istana.
Saat itu juga tenaganya terkuras habis dan dia tidak kuat mengejar lagi, "Aku... lelah."
"Yang mulia, berhenti..." ucap Jaemin yang juga lelah dan berhasil mengejar Haechan.
"Jaemin, mereka berlari terlalu kencang. Aku tidak sanggup mengejarnya." ucap Haechan terengah-engah.
"Yang mulia, bagaimana jika kita kembali menemui kaisar untuk menyelamatkan ratu Ten?" ucap Jaemin dengan mengatur napasnya.
"Tidak, terlalu lama jika harus kembali menemui kaisar, kita harus mengejar mereka." ucap Haechan dengan wajah serius dan berpikir keras, jika di dalam buku peristiwa penculikan itu tidak terjadi sepertinya.
Tapi Dark Klan memang ada Haechan baru mengingatnya dan lokasinya sangat jauh dan masuk ke dalam hutan yang di penuhi oleh kekuatan penghilang jejak, tapi Dark Klan tidak bisa Mark musnakan, karena di akhir cerita Dark klan mengacau kerajaan yang membuat Mark kewalahan, hingga pada akhirnya dia terbunuh sia-sia di tangan Aldous dan plot benar-benar berubah.
'Sial, bagaimana aku baru mengingat hal penting itu tapi penyerangan Dark klan setelah aku tewas, sehari kemudian mereka menyerang, tapi sekarang alur mendadak maju lebih awal.' batin Haechan berbicara.
Lalu Haechan menutup matanya dan tiba-tiba saja dia melihat sebuah cahaya berwarna biru dan sesuai energi element kerajaannya, dia membuka matanya dan langsung berlari mengejar cahaya itu, "Jaemin, ikuti aku!"
Haechan tidak tahu cahaya itu akan membawanya pada ibunya atau tidak, tapi perasaannya, menyuruhnya untuk mengejar cahaya itu.
"Yang mulia, kita akan ke mana?" tanya Jaemin di belakang Haechan.
"Menemukan mae ku." jawab Haechan serius.
Akhirnya Jaemin tetap mengikuti Haechan, mereka berlari cukup jauh dan melelahkan serta sesekali juga berhenti di tepi sungai untuk minum, baru setelah itu melanjutkan untuk mencari di mana keberadaan Ten.
Setelah melalui perjalanan panjang dan tiba saat hari mulai gelap, dibalik semak-semak Haechan dan Jaemin bersembunyi serta melihat sekumpulan orang-orang dengan api unggun yang menyala dan di tengah-tengah terdapat Ten yang diikat tangan serta mulutnya.
"Akhirnya aku menemukan kalian." bisik Haechan pelan.
"Yang mulia bagaimana sekarang?" tanya Jaemin takut.
"Tentu saja menyerang mereka." Haechan menyeringai.
"Tapi Yang mulia kita tidak bisa gegabah, mereka punya banyak orang kita hanya berdua, aku juga tidak memiliki kekuatan." ucap Jaemin panik saat seperti biasa tuannya itu akan bertindak gegabah tanpa rencana apapun.
"Jaemin aku tahu kau bisa bertarung, jadi serang saja, buat mereka pingsan dan aku yang akan memakai kekuatan untuk melumpuhkan mereka." ucap Haechan penuh semangat, Jaemin termenung dengan wajah terkejut dan tidak habis pikirnya, bagaimana tuannya itu begitu berani dan gegabah.
Lalu Haechan keluar dari persembunyian dengan tangan kirinya yang telah memegang kekuatan element api hitam yang menyala-nyala.
"Hallo semuanya, kita bertemu lagi." ucap Haechan dengan tersenyum senang dan semuanya menatap terkejut karena Haechan bisa menemukan keberadaan mereka begitu cepat, bahkan setelah mereka memakai kekuatan untuk menghilangkan jejak, "Fire Dark."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Flower Emperor
Fiksi PenggemarHaechan hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja di toko bunga, seseorang yang keras kepala, sedikit bar-bar dan baik hati, tanpa sengaja hari itu dia meninggal karena luka tusukan seseorang yang akan merampok tokonya. Bukannya berada di alam kem...
