Dua hari sudah Haechan dikurung dalam kamar kaisar, dia benar-benar tidak diperbolehkan untuk keluar dan yang terparah, alpha brengsek itu justru menidurinya dan mereka berbagi keringat dan juga gairah bersama.
"Pagi sayang." sapa Mark dengan lembut dan mengecup kening omeganya dengan hangat.
Tapi Haechan justru cemberut, "Jangan cium-cium aku masih ingin marah padamu!"
"Jika kau marah, aku semakin ingin menidurimu lagi." ucap Mark dengan seringainya.
"Jika kau berani melakukannya, aku akan menendang naga kecilmu itu!" ucap Haechan ganas.
"Aku takut sekali, kau tahu Haechan sebentar lagi aku akan dalam masa rut jadi persiapkan tubuhmu dengan baik. Aku mengurungmu juga demi kesehatanmu agar kau beristirahat penuh tanpa melakukan apapun, tapi tentu dengan bonus aku menikmati seluruh tubuhmu." ucap Mark dengan menyeringai dan meraba perut omeganya yang tidak terbalut apapun kecuali selimut hangat, ya mereka tengah telanjang bulat setelah semalam Mark menghajar omeganya tanpa ampun di ranjang, lalu mengeluarkan feromonnya secara berlebihan untuk meransang dan menggoda Haechan agar jatuh dalam gairah, "Aku ingin seorang anak lagi, Chenle pasti akan sangat senang memiliki adik lagi."
"Akh... kaisar brengsek, singkirkan tanganmu jangan sentuh dadaku!" ucap Haechan dengan menahan desahannya saat tangan Mark menyentuh area dadanya, ditambah feromon Mark yang berbau kayu-kayuan dan hutan yang semakin memusingkan namun juga menenangkannya begitu menggoda pikirannya, lalu berlanjut ke area intimnya dan dia sama sekali tidak bisa menahan desahannya.
"Panggil namaku dengan benar, aku mungkin akan menghentikan kegiatanku dan hari ini kau boleh keluar." ucap Mark dengan penuh seringai dan tangan yang terus bergerak, naik turun memuaskan area bawah.
"Yang mulia Mark, tolong lebih cepat!" ucap Haechan yang sudah tidak bisa menahannya lagi, dia gagal menahan gairahnya dan feromonnya ikut menguap.
"Tentu sayang, sepertinya kita harus bermain sebentar sebelum aku bekerja kau benar-benar membuatku bergairah, salahkan dirimu yang terlalu menggoda aku jadi tidak tahan." ucap Mark dengan menyeringai, dan kelicikannya membuahkan hasil, Haechan tergoda.
"Yang mulia, kau tidak lelah. Aku lelah, kau menggempurku tanpa ampun selama dua hari." ucap Haechan dengan mendesah.
Tapi Mark tidak peduli, tangannya berhenti bermain dan bibirnya yang sekarang bekerja, mencium dari bibir, turun ke leher, dada, perut dan terakhir tentu saja menyatuhkan ke dua tubuh mereka, "Aku tidak lelah, aku benar-benar menikmati kegiatan ini Haechan, dan kau omegaku, sudah tugasmu memuaskanku."
"Mark, aku akan keluar!" ucap Haechan dengan desahannya.
"Panggil namaku terus, aku suka dengan suaramu yang memanggil namaku tanpa gelarku." dan gerakan Mark semakin cepat, hingga mereka mendapatkan puncak secara bersamaan.
Pagi itu mereka kembali berolahraga panas membakar kalori hingga Haechan kelelahan, penuh keringat dan juga gairah yang masih melekat sedangkan Mark sangat penuh semangat seolah dia mendapatkan energi tambahan.
"Aku mencintaimu sayang." ucap Mark dengan ssnang dan mengecup bibir omeganya, lalu menyalurkan kekuatannya yang akan berguna untuk melindungi omeganya, entah mengapa hari ini dia memiliki firasat yang tidak baik akan menimpah omeganya.
"Aku membencimu!" ucap Haechan kesal karena lagi-lagi dia harus dikalahkan oleh Mark serta feromonnya yang sangat mengikatnya.
Tapi Mark tidak menanggapinya, dia hanya tersenyum licik dan menggendong tubuh omeganya untuk dia bersihkan, dan mereka mandi bersama.
Setelah mandi, tentu Mark memilihkan pakaian yang akan digunakan oleh Haechan dan merapikan rambut omeganya, hingga omeganya terlihat cantik seperti biasanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Flower Emperor
FanfictionHaechan hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja di toko bunga, seseorang yang keras kepala, sedikit bar-bar dan baik hati, tanpa sengaja hari itu dia meninggal karena luka tusukan seseorang yang akan merampok tokonya. Bukannya berada di alam kem...
