Selesai makan dan Haechan yang juga sudah mengantar Chenle ke kamarnya, dengan Mark yang mengikuti langkah kakinya diikuti oleh para pengawal mereka, tiba-tiba saja menarik tangan Haechan lalu menariknya ke arah kamarnya.
Para pengawal tidak bisa melakukan apapun dan memulai berjaga di depan kamar kaisar, mereka juga terkejut karena kaisar mereka tidak biasanya akan mengajak omega ataupun selirnya untuk masuk ke dalam kamar pribadinya.
Haechan sendiri terkejut bukan main dan sedikit panik saat Mark mengajaknya masuk ke dalam kamarnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Haechan yang terkejut.
Tapi Mark sama sekali tidak berbicara namun langsung membantingnya di ranjang dan mengukung tubuh omeganya di bawah tubuhnya, lalu mengusap lembut pipinya dan mata mesum yang sangat membara tentu saja membuat Haechan takut.
"Lepaskan aku brengsek!" umpat Haechan yang panik dan takut, ditambah Mari mengeluarkan feromonnya yang dipenuhi aroma woody dan bergamot menusuk hidung serta melemaskan seluruh tubuhnya, ditambah mereka sekarang di kamar Mark yang tentu dipenuhi oleh feromonnya.
"Kenapa sayang kau takut?" tanya Mark dengan seringai menyebalkan.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Haechan lemas, dan tentu saja dengan mata berkilat marah tidak suka walaupun sebenarnya dia juga takut kaisar kejam itu melakukan olahraga ranjangnya seperti kemarin lalu dan membuat tubuhnya sakit semua.
"Menurutmu apa yang ingin kulakukan?" bisik Mark dengan menghembuskan napas hangatnya di telinga Haechan dan membuat omeganya geli.
"Aku tidak tahu karena aku tidak bisa membaca pikiranmu Yang Mulia!" ucap Haechan yang sebal.
Mark sungguh salut karena omeganya tetap tidak mau menunjukkan rasa takutnya dan justru menatapnya tajam serta kesal, padahal dari feromonnya dia terlihat cemas dan takut, Mark terkekeh melihat kucingnya buruannya berada di dekapannya.
Mark mengecup pipi omeganya dengan lembut, lalu menyeringai mengabaikan mata Haechan yang melotot terkejut dan marah karena kecupan di pipinya, dia semakin senang menggoda omeganya dan rasanya dia ingin memakannya sekarang juga, "Aku ingin mendapatkan ciuman panasmu sesuai janjimu tadi."
"Kapan aku pernah berjanji padamu?" Haechan tidak terima dan mana mau dia memberikan ciuman panas pada alpha brengsek itu, di sisi lain dia saja tidak ahli melakukan ciuman.
"Ah kau lupa ya, tadi di ruang tamu kau mengiyakan permintaanku setelah aku menuruti keinginanmu, jadi saatnya kau melakukan perintahku bukan?" tanya Mark dengan menyeringai dan menyampirkan helai anak rambut omeganya yang mengganggu pandangannya, gerakannya begitu lembut dan tentu saja membuat debaran jantung Haechan menggila.
"Tapi itu artinya aku tidak berjanji dan aku bisa tidak melakukan perint...."
Ucapan Haechan terpotong saat bibirnya merasakan benda kenyal itu menghisap dan melumat bibirnya begitu ahli bahkan Haechan sampai melototkan matanya karena terkejut, Mark menggigit kecil bibir bagian bawahnya hingga omeganya membuka mulut dan Mark segera memasukan lidahnya serta mengajak omeganya bertarung lidah begitu panas.
Ciuman itu berlangsung cukup lama hingga Haechan memukul dada alphanya karena napasnya yang mulai habis, Mark segera melepaskan ciumannya.
"Bibirmu benar-benar lembut, sekarang berikan aku ciuman panasmu." ucap Mark dengan menyeringai, lalu mengecup lembut lagi tanpa adanya nafsu tapi Haechan tetap melotot terkejut dan membuat Mark terkekeh karena omeganya sangat menggemaskan.
"Kau... aku tidak mau!" ucap Haechan dengan terengah-engah mengatur napasnya.
"Baiklah jika kau tidak mau, aku yang akan menciummu lagi." ucap Mark dan tentu saja akan mencium lagi tapi Haechan segera memiringkan kepalanya dan Mark tidak bisa menciumnya seperti tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Flower Emperor
Fiksi PenggemarHaechan hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja di toko bunga, seseorang yang keras kepala, sedikit bar-bar dan baik hati, tanpa sengaja hari itu dia meninggal karena luka tusukan seseorang yang akan merampok tokonya. Bukannya berada di alam kem...
