"Mereka siapa?" tanya Haechan dengan wajah bingungnya, saat melihat seorang omega dengan penampilannya yang mewah berserta para pelayannya.
"Ratu Ten, apa yang kau lakukan di sana!" panggil seseorang dengan nada tegas dan tidak sukanya.
Lalu Jaemin mendekat ke arah permaisurinya, "Mereka adalah orang tua Anda, Yang Mulia."
"Orang tuaku?" ucap Haechan pelan dan dia berpikir keras mengenai kedua orang tuanya, seingatnya ayahnya tidak begitu menyukai dirinya yang hanya seorang omega lemah dan tidak dapat mengeluarkan kekuatannya, ibunya sama sekali tidak bisa bersikap ataupun menentang, dia akan tunduk pada alphanya.
"Maaf Rajaku, saya hanya ingin menyapa putra kita." ucap Ten dengan lembut dan menunduk.
Pria alpha dengan status raja SkyBlue, wajahnya terlihat angkuh dan menakutkan itulah yang pertama kali Haechan tangkap, dia langsung memberikan hormat pada Mark dan Haechan, "Hormat Kaisar, Permaisuri dan maafkan Ratuku yang telah lancang memanggil nama Permaisuri secara langsung."
"Tidak apa Raja Johnny, mungkin Ratu Ten ingin mengajak putranya mengobrol dan Ratu Ten, maafkan jika permaisuriku tidak mengenalimu, dia mengalami hilang ingatan saat jatuh waktu itu." ucap Mark dengan ekspresi datarnya dan Ten yang terlihat terkejut serta menatap putra bungsunya dengan mata berkaca-kaca serta khawatir.
Haechan yang melihat interaksi ayahnya serta alphanya tampak menduga jika hubungan keduanya tidak berlangsung dengan baik, dia berpikir apakah SkyBlue dan BlackSnow memiliki permasalahan internal?
"Terima kasih untuk perhatian Kaisar, tapi permaisuri Haechan sudah menjadi milikmu dan Ratuku tidak memiliki hak untuk menganggapnya sebagai anak kami." ucap Johnny dengan tegas.
Lau mengajak Ten untuk pergi dari sana, "Tapi sayang, putra kita.... "
"Dia bukan putra kita, dia permaisuri negeri ini dan ingat kita sudah memberikan dan memutuskan ikatan kita, pada anak itu!" ucapnya tajam dan menarik kasar tangan omeganya untuk segera pergi.
"Mereka benar-benar orang tuaku?" tanya Haechan ragu, pada Mark.
"Tentu, mereka orang tuamu hanya saja mereka orang tua bodoh yang menukarkan berliannya demi sebidang tanah wilayah sebagai kompensasinya." jawab Mark dengan datar.
"Tunggu dulu, berarti aku dijual?" tanya Haechan yang bingung karena di buku dia hanya seorang anak raja yang lemah dan tidak disukai, tapi tidak pernah dijelaskan dalam buku jika dia dijual demi tanah wilayah.
"Iya mereka membencimu, karena kau omega lemah tapi hanya ayahmu saja yang tidak pernah menginginkan kehadiranmu. Ayahmu lebih menyukai seorang anak alpha yaitu kakakmu, karena kau lemah dan tidak dapat mengeluarkan kekuatanmu.
Seharusnya keturunan langsung para raja bisa melakukannya tapi kau tidak dan hidupmu sangat menderita Haechan, mungkin kau lupa tapi aku tidak karena aku melihatmu sendiri, bagaimana kau tumbuh tanpa kasih sayang keluarga.
Tapi percayalah padaku ibu dan juga kakakmu sangat menyanyangimu, hanya saja mereka tidak bisa menentang keputusan ayahmu." ucap Mark dengan wajah datarnya
Haechan mengerut bingung semua yang dikatakan Mark, tidak tertulis di buku dan dia masih ingat karena cerita hidup permaisuri di novel yang dibaca dijelaskan lebih awal, jadi tidak mungkin dia lupa. 'Apa kisah hidup permaisuri Haechan ini sungguh menyedihkan? Tapi tunggu mengapa sangat berbeda di buku, apa karena aku mengubah plot ceritanya? Aku tidak tahu pasti, semuanya membuat kepalaku pusing.'
"Tapi mengapa kau memilihku untuk menjadi permaisuri, jika kau tahu aku lemah dan begitu menyedihkan?" tanya Haechan penasaran karena alasan Mark menjadikan permaisuri Haechan sebagai pasangannya juga tidak jelaskan di buku.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Flower Emperor
FanfictionHaechan hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja di toko bunga, seseorang yang keras kepala, sedikit bar-bar dan baik hati, tanpa sengaja hari itu dia meninggal karena luka tusukan seseorang yang akan merampok tokonya. Bukannya berada di alam kem...
