Mark akhirnya membawa pulang permaisurinya, dia memacu kudanya sangat kencang sedangkan Haechan terkulai lemas, di pelukannya dengan keringat yang mengucur deras membasahi dahinya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama sampai juga dia di kerajaan, Mark tentu langsung membawa omeganya ke kamarnya dan memanggil Doyoung untuk mengecek keadaan omeganya.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Mark cemas.
"Permaisuri, kehilangan banyak energi karena terlalu menggunakan lonjakan element yang kuat Yang mulia dan luka terkena pukulan dark klan memperburuk keadaanya, element hitam masuk ke dalam dadanya membuat permaisuri demam dan terasa panas di dalam." ucap Doyoung serius, yang memperburuk keadaan Haechan memang pukulan dark klan.
"Lalu bagaimana mengobatinya?" tanya Mark khawatir dan tidak sabar.
"Beri permaisuri feromon alpha untuk mengeluarkan energi buruk yang terperangkap di dalan tubuhnya Yang mulia, dengan menggigit tengkuknya dan salurkan feromon anda. Jika masih memburuk, mating dengan permaisuri itu jalan terakhir, sebelum kita kehilangan nyawanya." ucap Doyoung serius.
"Hm... aku mengerti." Mark langsung mengangguk paham.
"Baik Yang mulia, aku akan pergi dan jika terjadi sesuatu yang buruk Yang mulia bisa memanggilku." ucap Doyoung serius, lalu keluar dari kamar tuannya itu.
Mark langsung mengambil tempat di samping Haechan, tidur dan membawa omeganya ke dalam pelukannya.
Lalu dia menghisap dan menggigit kecil tengkuk omeganya, feromonnya keluar begitu kuat dan Mark bisa merasakan amis dan manisnya darah omeganya, feromon Mark masuk ke dalam tubuh omeganya.
Haechan meraung kesakitan dan rasa panas yang membakar dadanya, "Sakit sekali!"
"Tahan sebentar sayang, aku akan menyembuhkanmu." ucap Mark dengan lembut dan mengecup bibir omeganya dengan hangat.
Ciuman itu turun ke leher, lalu Mark membuka seluruh pakaian permaisurinya hingga telanjang, baru dirinya hingga akhirnya mereka melakukan mating dengan panas serta gairah.
Di pagi harinya Haechan membuka matanya secara perlahan dengan tubuhnya yang terasa sakit, "Astaga kenapa tubuhku sakit semuanya?"
Saat merasakan sebuah tangan yang melingkar di perutnya membuat Haechan menoleh ke samping dan melihat kaisarnya yang tertidur dengan pulas, serta sama-sama dalam keadaan telanjang.
Tapi tiba-tiba saja Mark membuka matanya, lalu mencium bibirnya dengan lembut membuat Haechan terkejut serta melototkan matanya, karena pagi-pagi buta dia sudah mendapatkan serangan belum lagi otaknya tidak bisa mencerna apa yang terjadi semalam, dan mengapa dia tidur dengan Mark lagi.
"Selamat pagi sayang dan aku tidak akan membiarkanmu menendangku lagi. Bagaimana keadaanmu?" ucap Mark lembut dengan menatap mata permaisurinya yang terlihat bingung, membuat Mark gemas dan akhirnya mencium bibir Haechan kembali.
"Kenapa kau menciumku lagi, ingin kutendang? Jika tidak, bisa menyingkir dari tubuhku!" tanya Haechan dengan tatapan ganasnya.
"Karena kau terlalu menggemaskan dan bibirmu sangat lembut, lehermu begitu menggoda dan feromon mawar serta vanila sangat lembut dan menggoda, bagaimana aku tidak tertarik padamu." ucap Mark dengan lembut serta mata penuh nafsunya.
"Mark sungguh, jika kau menatapku dengan tatapan mesum seperti itu. Aku akan menendangmu!" Haechan bersikap waspada terlebih tubuhnya masih terasa sakit dan dia tidak mau dimakan Mark pagi-pagi buta seperti ini.
Tapi Mark justru tidak peduli dengan ancamannya dia justru mengungkung tubuh omeganya, meraih kedua tangan Haechan ke atas, sebelum omega itu menggunakannya untuk memukulnya, feromon hutan dan juga kayu pinus seketika itu menguar kuat, membuat Haechan tidak tahan, tubuhnya terasa panas.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Flower Emperor
Fiksi PenggemarHaechan hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja di toko bunga, seseorang yang keras kepala, sedikit bar-bar dan baik hati, tanpa sengaja hari itu dia meninggal karena luka tusukan seseorang yang akan merampok tokonya. Bukannya berada di alam kem...
