part28

12.1K 988 61
                                        

"Salam permaisuri Haechan." sapa Bangchan yang seketika itu juga menghentikan kegiatan Haechan.

"Salam Raja Bangchan." ucap Haechan balik.

"Anda akan ke mana Yang mulia, terlihat terburu-buru?" tanya Bangchan basa-basi.

"Aku ingin menjenguk pelayanku, aku mendapatkan kabar jika dia pingsan." ucap Haechan lembut.

"Apakah aku bisa menemani Yang mulia sembari jalan-jalan di sekitar sini?" tanya Bangchan mencoba mendekati Haechan.

"Em, tentu saja tapi aku sendiri tidak hafal dengan letak jalan istanaku, karena aku sempat mengalami hilang ingatan Raja Bangchan." ucap Haechan jujur.

"Terima kasih, tapi anda baik-baik saja sekarang?" tanya Bangchan khawatir.

"Tentu, sekarang aku baik." ucap Haechan dengan lembut, lalu mereka berjalan bersama dengan Niel yang Haechan suruh menjelaskan setiap ruangan yang mereka lewati.

Lalu langkah mereka berhenti saat Mark yang berjalan ke arah permaisurinya dengan ekspresi tidak bersahabatnya, "Kalian akan ke mana?"

"Ruang kesehatan Yang Mulia." jawab Niel dengan tegas.

"Untuk apa dan kau Raja Bangchan, apa yang kau lakukan dengan jalan bersama permaisuriku?" tanya Mark dingin.

"Untuk melihat pelayan Jae...." ucapan Niel terpotong saat Haechan sudah buka suara.

"Jaemin, kau sudah siuman, bagaimana kau bisa pingsan?" tanya Haechan heboh dan menghampiri pelayannya yang berjalan di belakang kaisar dengan Jeno serta Lucas, bahkan Mark dilewati begitu saja.

"Yang Mulia, maaf tiba-tiba saja kepalaku terasa pusing, lalu aku pingsan." ucap Jaemin dengan penuh rasa bersalah.

"Tidak apa jangan terlalu dipikirian yang terpenting sekarang kau baik-baik saja." ucap Haechan senang, lalu menggenggam tangan pelayannya itu.

Kembali lagi dengan Bangchan dia hanya menatap datar Mark, "Aku hanya menemani permaisurimu dan melihat-lihat istanamu Kaisar."

"Jangan pernah kau dekat-dekat dengan permaisuriku!" ucap Mark dengan aura dominannya, lalu menghampiri Haechan dan menarik tangan omeganya itu kasar.

"Apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganku bodoh!" ucap Haechan yang terkejut dan tidak suka ditarik-tarik, tapi Mark mana peduli soal itu.

Ucapan Haechan yang kasar dan berani juga membuat Bangchan terkejut, dia seperti melihat permaisuri yang berbeda. Jika biasanya para omega dengan status tinggi, maka dia akan bertindak lembut dan tidak berani melawan, tapi Haechan berbeda, benar-benar menarik di matanya.

"Kau menyakitinya Yang Mulia, aku hanya menyapanya saja." ucap Bangchan dengan senyum palsunya yang membuat Mark semakin kesal.

"Tutup mulutmu, ini urusanku dan dia permaisuriku!" ucap Mark dingin dengan aura alphanya, feromon yang menekan yang membuat omeganya bahkan sampai sesak napas.

"Yang Mulia jangan egois, lihat omegamu! Kau ingin membunuhnya?" tanya Bangchan kesal, dia tidak begitu terpengaruh tapi para omega di sekitar tentu yang akan terkena dampaknya termasuk Haechan.

Jaemin sudah jatuh dipelukan alpha nya yang membuat Jeno langsung membawa pergi.

Haechan lemas seketika, lalu Mark menggendongnya dan membawanya pergi dari sana juga, tidak peduli panggilan Bangchan yang kesal ataupun tatapan para pelayannya yang lainnya.

Mark kembali membawa Haechan ke kamarnya, ruangan yang di mana dia selalu mengurung permaisurinya dalam suasana hening dan dinginnya.

Mark akhirnya menidurkan Haechan di ranjang dan Haechan menatapnya kesal walaupun dalam keadaan lemas, "Kau ingin membunuhku?"

The Flower EmperorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang