26

12.6K 976 71
                                        

Selesai dari acara pertunjukan Mark langsung menarik kasar tangan omeganya untuk mengikuti langkahnya, tapi Haechan memberontak karena tangannya sakit dan dia tidak mau juga.

"Lepaskan tanganku sakit! Kau kenapa berubah kasar seperti ini?" marah Haechan.

Mark justru tidak mempedulikannya dan terus menarik tangannya dibelakangnya ada Jaemin, Lucas serta Jeno yang terus mengekori keduanya.

Tapi tak lama Mark berhenti, "Ya berhenti sebentar, kau pikir jalanmu tidak cepat! Tanganku sakit dan kakiku juga lelah mengikuti langkahmu yang lebar dan cepat itu."

Haechan masih mengomel dan kesal tapi Mark justru menggendong tubuh omeganya dengan bridal style, membuat Haechan membeku seketika.

"Mengapa kau menggendongku?" tanya Haechan gugup dengan memperhatikan alphanya.

"Agar kau tidak banyak memberontak." jawab Mark datar.

"Kau akan membawaku ke mana?" tanya Haechan lagi dan dirinya sudah mulai tenang karena Mark menggendongnya lembut dan berjalan dengan perlahan tanpa buru-buru.

"Ke kamarku tentu saja." jawabnya masih dengan nada datar.

"Sebenarnya kau kenapa? Kau terlihat marah denganku sedari tadi, padahal aku tidak berulah dan merepotkanmu." tanya Haechan dengan cemberut dan Mark hanya diam tapi auranya sangat tidak enak, seolah dia sedang menahan amarahnya.

Akhirnya mereka sampai juga di paviliun Mark, lalu Mark membuka kamarnya dan membawa omeganya ke dalam, "Jangan ada yang menggangguku, Jeno ambil ahli dan jaga semuanya."

Jeno menganggukkan kepalanya mengerti, lalu pintu kamar kaisarnya telah tertutup, dan saat itu juga Jeno menatap Jaemin dengan intens dan membuat omega itu gugup bukan main.

"Ikut aku sekarang, Lucas jagalah di sini." perintah Jeno dan Lucas menganggukkan mengerti, sambil menduga-duga hukuman apa yang akan dia terima saat kaisarnya sadar dia mengizinkan permaisurinya untuk keluar.

"Tuan kau akan membawaku ke mana?" Jaemin terlihat terkejut saat dirinya terus ditarik, bahkan jenderalnya sama sekali tidak menghiraukan rontahannya.

Jeno membawanya ke sebuah kamar lalu mendorongnya ke ranjang dengan kasar, tak lama, menghirum wangi tengkuk lehernya, hingga Jaemin meremang.

"Tuan apa yang kau lakukan?" tanya Jaemin takut. .

"Kau omegaku, feromonmu memanggilku dan Jaemin kau omegaku, kau tidak boleh menari untuk orang lain lagi setelah ini, karena kau milikku!" ucapnya dengan penuh penekanan dan memberikan tanda kepemilikannya di leher omeganya

"Apa! Tuan ini tidak benar...."

"Kau adalah omegaku dan aku tidak mungkin salah, cukup lama aku memperhatikanmu dan kali ini aku yakin kau adalah omega yang ditakdirkan untukku."

Jaemin terkejut bukan main bagaimana bisa dia yang hanya pelayan rendahan dan juga omega biasa, bisa menjadi omega seorang jendral yang ditakuti dan dihormati semua orang.

"Kita jalani semuanya dengan perlahan dan terimalah aku menjadi alphaku begitu pun sebaliknya, aku menerimamu sebagai omegaku." ucap Jeno dengan lembut dan membelai wajah cantik omeganya, sedangkan Jaemin dia hanya menatap serta menikmati usapan lembut tangan alphanya di wajahnya.

"Aku menerimamu sebagai alphaku, Tuan." ucap Jaemin dengan lembut, lalu Jeno mengecup bibir omeganya, kecupan itu berubah menjadi lumatan.

Dari rasa menyatakan pasangan, berubah menjadi rasa nafsu dan mereka melakukan kegiatan panas itu, Jeno mengeklaim dan memberi tanda jika Jaemin adalah omeganya, dia bahkan lupa tugas dari kaisarnya, tapi bagaimana lagi Jeno tidak bisa mengendalikan nafsu alphanya yang ingin mengeklaim omeganya.

The Flower EmperorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang