Haechan sudah berada di bawah bersama Mark, dengan membawa busur dan anak panah masing-masing, dia bahkan benar-benar memanah dengan menutup matanya dan benar saja anak panah itu melesat, tepat sasaran.
Haechan bersorak heboh, "Aku memang pintar."
Mark tidak mau kalah dan melesatkan anak panah tepat di samping panah milik omeganya, semuanya terkejut permaisuri yang dianggap gila dan tidak bisa apa-apa itu benar-benar membuktikan jika dirinya memiliki kemampuan.
Tapi bagi Aldous menganggap semua yang dilakukan Haechan hanyalah kebetulan, dia tidak begitu percaya jika permaisurinya bisa melakukan banyak hal.
Walaupun kemarin lalu permaisurinya itu sudah memberikan penampilan yang memukau dan memikat dirinya juga, tapi Aldous tetap tidak mau mengakui.
"Tidak buruk bukan tarikan panahku?" ucap Haechan dengan penuh rasa bangga.
"Tentu tidak sayang, kau yang terbaik." ucap Mark dengan lembut dan mengecup pipi omeganya sampai omeganya merona merah, sedangkan para raja dan prajurit yang melihat terasa malu dengan tindakan romantis itu, Sena sangat kesal bersama ayahnya.
"Acara resmi dibuka, jika ada lagi yang meremehkan permaisuriku aku tidak segan mengusirnya dari sini!" ucap Mark dengan dingin, semuanya diam dan tidak berani meremehkan permaisuri kerajaan BlackSnow
Sedangkan Johnny dan Ten benar-benar terkejut serta tidak menyanykah, jika anaknya bisa memahan dengan sangat tepat.
Tapi sebelum para prajurit bertanding menunjukkan kekuatan mereka, Guanlin tiba-tiba baru saja datang dan mengejutkan semua orang karena dia mengatakan absen dari pertemuan.
"Hai Raja Gualin, kenapa kau baru muncul?" sapa Haechan dengan santai.
Guanlin tersenyum tipis, lalu menundukkan kepalanya untuk rasa menghormati permaisuri kerajaan BlackSnow, "Hormat permaisuri agung, hormat kaisar agung, maaf saya baru bisa menghadiri pertemuan karena Dark Klan menyerang kerajaanku, aku bekerja keras membantai mereka semuanya."
Pengakuan Guanlin cukup mengejutkan semua yang ada di area pertemuan dan seketika itu juga semuanya heboh serta ketakutan, tapi Mark melihat jika raja muda itu menempati janjinya untuk menjadi raja yang lebih baik demi merebut omeganya, dia bahkan menghadapi semuanya sendirian tanpa meminta bantuan siapapun dan dia berhasil.
"Bagaimana mereka bisa menyerang, sekarang belum bulan purnama? Bulan purnama, dimulai akhir bulan." tanya Mark buka suara dan terlihat terkejut, tapi emosi tidak suka terlihat jelas di matanya.
"Saya tidak tahu Yang mulia, tapi mereka seperti ingin menunjukkan kekuatan dan agar kita tidak menganggap mereka remeh." ucap Guanlin tegas, "Mereka benar-benar sangat kuat dan prajuritnya sangat terlatih."
"Lalu apalagi informasi yang kau dapatkan?" tanya Mark serius.
"Seseorang yang melakukan penyerangan mengatakan Dark Klan akan menyerang BlackSnow, di akhir bulan tepat bulan purnama untuk itu saya ingin kaisar dan BlackSnow waspada." ucap Guanlin dengan kabar buruknya dan semua raja dari kerajaan lain langsung heboh dan ketakutan.
"Diam semuanya!" perintah Mark, "Aku Mark Jung sebagai pemimpin kerajaan BlackSnow akan menjamin keselamatan kalian semuanya!"
"Yang Mulia Kaisar, bagaimana jika pertandingan hari ini kita batalkan dan kami akan pulang ke kerajaan kami masing-masing untuk menjaga kerajaan dan rakyat kami?" tanya seorang raja yang lain.
Mark berpikir sejenak baru setelah itu mengangguk, "Baiklah aku setuju."
"Yang Mulia, jika aku tinggal di sini dan membantu kerajaanmu apakah boleh? Aku ingin sekali bertarung dan melatih ototku." tanya Bangchan buka suara.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Flower Emperor
Fiksi PenggemarHaechan hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja di toko bunga, seseorang yang keras kepala, sedikit bar-bar dan baik hati, tanpa sengaja hari itu dia meninggal karena luka tusukan seseorang yang akan merampok tokonya. Bukannya berada di alam kem...
