Sudah dua hari berlalu dan Haechan semakin sehat seperti biasanya dia benar-benar banyak istirahat dan tentu tidak boleh keluar ke manapun sesuai perintah Mark, Chenle selalu datang di kamarnya dan Jaemin juga sudah kembali bertugas.
Dua hari itu juga Haechan, tidak melihat Mark dan sepertinya alphanya itu benar-benar sedang mengalami rut dan mengasingkan dirinya, untuk tempatnya tentu Haechan juga tidak tahu di mana.
Meskipun Haechan merasa lega karena Mark tidak mau menyentuh dan mengajaknya untuk menemaninya rut, tapi di hatinya justru merasa gelisah dan ingin menemani alphanya. Menurut buku yang dia baca, di mana alpha rut sendiri tanpa ditemani omeganya maka itu akan sangat menyakitkan untuk dirinya.
Dan malam ini terlihat Haechan yang sangat gelisah, tubuhnya terasa sangat panas dan hatinya terus memanggil nama alphanya.
"Panas, sesak dan gatal. Mark....!" ucapnya setengah sadar dengan menyentuh seluruh tubuhnya, dia bahkan mulai membuka pakaiannya.
"Apa yang terjadi denganku?" tanya Haechan dengan bingung dan berpikir keras hingga dia menyadari satu istilahnya yang selalu akan dialami oleh para omega, yaitu Heat yang di mana puncak birahi akan sangat memanas, "Aku tidak mungkin Heat, 'kan?"
Sedangkan di posisi Mark, alpha itu sudah mati-matian menahan hasratnya yang tengah memuncak, nafsu birahinya mulai mempengaruhinya pikirannya dan dia sangat membutuhkan Haechan.
"Ini sangat menyakitkan, aku butuh Haechan!" ucapnya dengan suara seraknya.
Dulu saat dia tidak pernah memandang Haechan, dia selalu berhasil menangani rutnya tanpa bantuan omega manapun meskipun dia punya dua selir, Mark tidak pernah memiliki keinginan untuk menyentuh omega lainnya yang bukan pasangan takdirnya.
Karena hasratnya yang tak tertahan Mark dengan kekuatan penuh menghancurkan pintu yang selama ini dikunci dengan elemen api penuh dan Jeno yang berjaga serta melihat Mark berhasil menghancurkan mantra penyegelnya, membuatnya terkejut dan langsung menahan turnnya.
Tapi karena Mark dalam kondisi puncak birahi dengan kekuatan penuh, tentu menyingkirkan Jeno dari jalannya bukan hal sulit. Jeno terlempar jauh darinya bahkan sampai terluka, feromon Mark menyebar kuat dan mencekik semua orang yang dia temui di kerajaan yang penuh dengan penjagaan para prajurit yang ketat, tapi Mark tidak peduli dia terus berjalan hingga sampai di kamar permaisurinya.
Saat kamar itu terbuka, feromon milik Haechan menyapanya kuat mawar dan vanila yang menyatu serta semakin memabukkan Mark di tambah alpha itu melihat pemandangan indah, di mana permaisurinya sudah melepaskan pakaian atasnya dan di dalam puncak heat, suatu kebetulan yang membahagiakan untuk Mark.
Dia menatap Haechan lapar, menutup pintu dan melangkah dengan pasti, lalu saat sampai di ranjang Mark langsung menyerang tubuh omeganya, dimulai dari membelai lembut, mengecupi mata, pipi hingga berakhir di bibir ranum omeganya.
"Mark, ini benar dirimu? Tubuhku sangat panas dan tidak nyaman." ucap Haechan membelai wajah alphanya, dengan gerakan sensual menggoda.
"Aku bisa meredakan rasa panasmu sayang." ucap Mark dengan menyeringai, lalu dia menggendong tubuh omeganya serta menyambar selimut untuk menutupi tubuhnya.
Tak lama dia menghilang dari kamarnya, Mark tidak bohong dia benar-benar akan membawa Haechan masuk ke dalam hutan larangan, menghabiskan masa rut dan heat di sana dengan penuh fantasi liar miliknya.
Dulu mata dan hatinya buta hingga keinginan fantasi liar itu tidak dapat terlaksanakan, tapi kali ini berbeda dia akan melakukannya, bercinta di rumah pohonnya yang sudah dia bangun dari lama, dengan rimbunnya hutan dan puncak tebing dengan melihat bintang itu pasti akan menjadi pengalaman yang mengesankan untuk Haechan tentu juga dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Flower Emperor
FanfictionHaechan hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja di toko bunga, seseorang yang keras kepala, sedikit bar-bar dan baik hati, tanpa sengaja hari itu dia meninggal karena luka tusukan seseorang yang akan merampok tokonya. Bukannya berada di alam kem...
