Saat sampai di ruangan kerja Mark tanpa mengetuk serta mengabaikan seluruh etika kerajaan, Haechan membuka pintu kerja Mark dengan kasar dan membantingnya.
Mark menyeringai, sesuai harapannya, "Ada apa Permaisuriku, hingga kau datang begitu kasar, apa kau merindukankan sentuhan ku? Aku bisa menghentikan kerjaku dan menemanimu seharian di kamar."
Haechan sangat memerah antara kesal dan juga malu karena Mark bisa-bisanya menggoda disaat dia sedang marah dan di depan banyak alpha walaupun semuanya adalah bawahannya dan mengabaikan rasa marahnya.
"Hormat Yang Mulia permaisuri." Jeno dan Lucas yang kebetulan ada di ruangan, seketika itu juga memberi salam dan membungkuk menyapanya.
"Hentikan ucapan konyolmu! Kau kenapa memberikanku pengawal tanpa seizinku?" tanya Haechan yang marah.
"Karena aku khawatir denganmu sayang, apa aku salah?" tanya Mark dengan tersenyum menggoda dan membuat semua orang yang ada di ruangan itu begitu terkejut, akan perubahan kaisar mereka yang dikenal kejam berubah bisa menggoda omeganya di depan semuanya.
"Aku bisa mengatasi semuanya sendiri, kau pikir aku lemah? Sejak kapan kau memiliki rasa khawatir, bukannya kau tidak pernah peduli padaku!" tanya Haechan yang masih marah, satu karena pengawal itu dari Aldous, kedua dia masih sangat ingat jika kaisar kejam itu tidak akan pernah mempedulikan permaisurinya, hingga akhir hayatnya.
"Mulai hari ini aku akan lebih mempedulikan dirimu, jadi kau harus bersiap dengan semua perhatian yang kuberikan padamu.
Aku tidak bermaksud meremehkanmu sayang, aku benar-benar khawatir, jadi aku memberikan pengawal untukmu dan Aldos memberikan salah satu pengawal terbaik yang dididik dibawah namanya sendiri, kau keberatan?" ucap Mark dengan lembut dan sama sekali tidak terpancing emosi dengan Haechan.
Aldous melihat itu semua dan berpikir jika hubungan permaisuri dan kaisar itu mulai membaik dan itu berbahaya baginya, dia harus secepatnya menyingkirkan permaisuri dan melemahkan kaisar hingga dia bisa merebut seluruh kekuasaannya Black Snow.
"Tentu aku keberatan, seharusnya kau membicarakannya dulu padaku dan aku memilih sendiri pengawalku jika kau sangat khawatir padaku!" ucap Haechan dengan kesal.
"Baiklah kau ingin siapa yang menjadi pengawalmu, kau mengenal banyak orang di istana ini, bukannya kau baru keluar dari kamar?" tanya Mark dengan tersenyum tipis.
"Aku memang tidak mengenal banyak orang di istana ini karena aku yang gila dan kau mengurungku, tapi saat aku keluar aku hanya tahu dia dan merasakan sendiri pertarungannya, aku ingin Lucas menjadi pengawal pribadiku!" ucap Haechan dengan menunjuk Lucas.
Lucas langsung duduk bersimpuh menghormati permaisurinya, "Sungguh menjadi kebanggaan saya, jika anda memilih saya Permaisuri."
"Baiklah jika kau menginginkannya, Lucas kau akan menjadi pengawal permaisuri bersama Niel, aku harap kalian berdua dapat melindungi permaisuriku dengan baik." ucap Mark dengan wajah datar dan tegasnya.
"Apa tidak bisa jika hanya Lucas saja yang menjadi pengawalku?" protes Haechan yang tidak suka dengan keputusan Mark.
"Tidak, menurutku Niel prajurit terbaik yang dimiliki oleh Black Snow kemampuannya setara dengan Lucas, jadi aku tidak akan meragukannya dan jika aku mencabut tugasnya itu berarti aku akan melukai hati menteri pertahanan Aldous, yang sudah bersusah payah mencarikan prajurit terbaik dan khawatir padamu sayang." ucap Mark dengan tegas dan sedikit menyentil Aldous yang dipenuhi oleh kepalsuan, serta berpura-pura masih mempercayainya dan pria tua itu menyeringai senang karena kaisar percaya padanya.
"Hamba siap melayani dan melindungi anda Yang Mulia Permaisuri." ucap Niel yang ikut duduk hormat.
"Baiklah jika itu perintahmu Yang Mulia, aku juga tidak mungkin bisa membantah." ucap Haechan yang sebal dan seketika itu juga dia keluar dari ruang kerja Mark, diikuti oleh Jaemin yang sudah menundukkan dirinya untuk pamit.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Flower Emperor
FanfictionHaechan hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja di toko bunga, seseorang yang keras kepala, sedikit bar-bar dan baik hati, tanpa sengaja hari itu dia meninggal karena luka tusukan seseorang yang akan merampok tokonya. Bukannya berada di alam kem...
