"Sialan! Haechan, apa yang terjadi?" tanya Mark yang penuh emosi, dia berlari serta menyingkirkan Bangchan dan juga Niel, lalu menggendong serta memeluk omeganya dengan erat.
Awalnya Mark dipenuhi oleh emosi dan amarah, tapi melihat bercak darah yang membekas di pakaian Haechan, membuat amarahnya mereda ditambah wajah omeganya yang babak belur.
Dia rasa Haechan tidak akan mungkin bersenang-senang dengan dua alpha itu dengan darah dan wajah yang hancur, ditambah sikapnya yang kasar serta waspada, tentu dia akan melindungi dirinya begitu gila dan dia sangat yakin, Haechan tidak akan pernah menodai sumpah pernikahan mereka.
"Haechan, bangunlah aku mohon!" ucap Mark khawatir dan memeluk begitu erat omeganya. Tapi Haechan tetap menutup matanya, Mark menyentuh area lehernya dan melihat detak jantung omeganya yang terdengar sangat tipis.
Mark segera membawanya pergi, "Bangunkan mereka dan cari Jaemin serta Seungmin, aku akan membawa permaisuri kembali lebih dulu."
Ucap Mark dan tak lama dia menghilang dengan teleportasinya, dia mendatangi ruangan Doyoung agar memeriksa keadaan omeganya dengan cepat.
"Yang mulia...." Doyoung terlihat terkejut melihat kedatangan kaisar yang tiba-tiba dan membawa permaisuri digendongannya, untuk sekian kalinya lagi dengan keadaan terluka.
"Tolong periksa dia, jantungnya melemah." Mark sangat panik.
Doyoung menganggukkan kepalanya, lalu memeriksanya, "Yang mulia dia terkena jarum yang mengandung obat tidur, namun jika tidak segera ditolong itu akan membahayakan nyawanya terlebih Yang mulia permaisuri seorang omega, tubuhnya akan lebih rentan terhadap obat ini ditambah luka akibat pertarungan beberapa waktu lalu juga baru sembuh."
"Tolong, selamatkan permaisuriku." ucap Mark sangat cemas, Doyoung menganggukkan kepalanya mengerti.
Doyoung segera meramukan obat-obatan, merebus dan menyaring hingga menghasilkan ramuan berwarna merah, dia segera meminumkannya secara paksa pada Haechan, tak lupa juga memberikan obat oles di setiap sudut bibir permaisurinya yang terluka, "Selesai, sekarang Yang mulia bisa membawa Permaisuri untuk beristirahat, dan satu hal lagi untuk dua minggu jangan biarkan Permaisuri melakukan banyak pekerjaan."
"Hm, aku mengerti." ucap Mark yang langsung kembali menggendong Haechan dan membawa untuk pergi.
Di posisi Jeno dan Lucas, akhirnya mereka menemukan Jaemin serta Seungmin yang berada di pohon, Jeno segera menurunkan mereka berdua dan setelah itu membawa semuanya untuk kembali ke istana untuk mendapatkan perawatan.
Setelah lima hari berlalu, Haechan masih setia dengan tidurnya yang nyaman Mark tidak tahu mengapa tapi melihat napas teraturnya itu sudah dapat membuatnya sangat lega.
Tapi di sisi lain, dia merasa tubuhnya terasa aneh dan dia merasa seperti akan rut, "Apa aku akan rut? Tapi omegaku, masih sakit tidak mungkin aku akan memaksanya. Dewi bulan kumohon jangan biarkan aku rut."
Lima hari penuh itu juga Mark kembali menghabiskan waktunya di dalam kamar menemani permaisurinya, menjaga dan merawatnya dengan penuh cinta.
"Cepatlah sadar sayang, maaf hari ini aku harus kembali bekerja dan tidak bisa menemanimu." ucap Mark dengan mengecup kening omeganya, lalu segera pergi untuk melaksanakan kewajibannya.
Hal pertama yang dia lakukan, dia menemui Seungmin dan juga Jaemin secara kebetulan juga di sana ada seorang Raja Bangchan yang begitu setia menjaga anak buahnya serta tak lupa Jeno yang menjenguk omeganya.
Melihat kedatangan Mark, semuanya langsung memberikan penghormatan, "Bagaimana keadaan kalian semuanya?"
"Kami baik Yang mulia." jawab Seungmin mewakili semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Flower Emperor
Fiksi PenggemarHaechan hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja di toko bunga, seseorang yang keras kepala, sedikit bar-bar dan baik hati, tanpa sengaja hari itu dia meninggal karena luka tusukan seseorang yang akan merampok tokonya. Bukannya berada di alam kem...
