part32

7.1K 652 4
                                        

Johnny yang membuka pintu ruangannya dan mempersilahkan anak yang dia benci itu untuk masuk ke dalam dan saat itu juga Ten membuka matanya, tapi dia tidak langsung bangun karena tubuh nyala yang terasa lemah.

"Ada urusan apa Yang mulia permaisuri datang ke ruanganku?" tanya Johnhy dengan wajah datarnya.

"Aku ingin menemui maeku, aku ingin melihat keadaannya." jawab Haechan lembut.

Untuk sejenak Johnny terpaku karena anaknya sudah tidak menatapnya penuh ketakutan, sekarang hanya tatapan lembut, tegas dan cukup berani, "Kenapa kau berani menyebutnya mae? Kita sudah putus hubungan asal kau tahu! Tidak seharusnya kau memanggilnya seperti itu."

"Anda tahu Raja Johnnya yang terhormat, sekalipun kau mengatakan kita sudah putus hubungan aku tidak peduli karena itu hanya dari sebuah lisan! Aku, mae dan juga kau tidak akan pernah terputus hubungan darah ini, kau tidak bisa memutuskannya sampai kapanpun, darahmu mengalir padaku, sekalipun kau tidak pernah menginginkanku untuk hadir di sini." ucap Haechan datar walaupun matanya berkaca-kaca semua itu emosi yang dipendam oleh pemilik tubuh sebelumnya, "Jika aku mau, aku juga tidak ingin lahir sebagai omega yang lemah dan tidak bisa kau banggakan, layaknya anak seorang alpha. Jika bisa aku juga mau menjadi alpha, tapi semua yang terjadi dalam garis takdirku adalah takdir, Dadda.
Suka tidak suka kau harus menerima kenyataan jika anak nomer duamu hanya terlahir sebagai seorang omega."

Air mata Haechan menetes lalu dengan cepat omega itu menghapus, Johhnny tersentak untuk sesaat sebelum dia berubah terkejut karena anaknya berjalan dengan menyenggol tubuhnya begitu angkuh seolah ingin melawannya.

Layaknya seorang alpha yang ingin bertarung belum lagi mata dingin menakutkannya, Haechannya sekarang benar-benar terlihat sangat berbeda, dengan Haechan yang dulu dia kenal lemah serta penakut.

"Mae, kau sudah bangun?" tanya Haechan khawatir, dia langsung menghampiri ibunya, "Bagaimana keadaan Mae?"

"Mae baik dan sudah istirahat dengan cukup. Maafkan dadda ya jika ucapannya keterlaluan anggap saja dia sedang berbicara omong kosong, jadi jangan hiraukan." ucap Ten lembut, lalu berusaha untuk bangun dan dibantu oleh Haechan.

"Aku juga tidak peduli dengannya, anggap saja dia tidak ada Mae." ucap Haechan tidak sopan, Ten tertawa kecil sedangkan Johnny entah mengapa dia jadi merasa kesal dengan ucapan anaknya yang omega itu, "Aku senang Mae baik-baik saja."

"Kau pikir siapa hingga berani berbicara seperti itu? Dan berhenti memanggil dia mae, dia omegaku dan hubungan keluarga kita sudah terputus!" ucap Johnny kesal.

"Mae, apa kau mendengar suara bebek yang mengomel dan anehnya lagi aku bahkan mendengar suara itu melarangku memanggilmu mae, padahal aku adalah anakmu jadi tidak salah bukan?" ucap Haechan dengan berpura-pura takut, "Mae apakah kamarmu ada kawanan bebek yang berisik, mae ingin pindah kamar saja dan di mana dadda... ups, maksudku raja Johnny berada?"

Ten hanya tersenyum tipis melihat ekspresi anaknya yang kali ini berani menentang ayahnya, "Tidak salah kau memanggilku mae, karena kau anak mae dan daddamu hanya iri karena tidak bisa dekat denganmu sayang."

"Apa dia iri, benarkah? Aku rasa tidak, dia saja tidak menyanyangi ataupun menerima kehadiranku Mae." ucp Haechan berpura-pura sedih, Ten terdiam sekeketika dengan tatapan sedihnya dan berpikir mengapa keluarganya haru terpecah belah seperti ini.

"Permaisuri kau terlihat kuat sebelumnya, bagaimana kau melawanku maka aku akan mengizinkanmu memanggilnya mae jika tidak, maka berhenti memanggil dia mae!" ucap Johnnya dengan dingin dan tiba-tiba saja dia memiliki ide gila itu.

Dengan cepat Haechan menoleh ke arahnya dan menyeringai, "Benarkah? Maka kau juga harus menerimaku sebagai anakmu."

"Sayang apa yang kau katakan, kenapa kau ingin bertarung dengan anakmu sendiri dan jika kau menyerang Haechan, maka kau menyatakan genderang perang pada kaisar!" marah Ten pada alphanya, lalu menatap Haechan lembut, "Haechan jangan terlalu dianggap serius permaintaan daddamu, dia hanya asal bicara."

The Flower EmperorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang