Bangchan dan Haechan sudah sampai di hutan utara setelah menempuh beberapa jam, sebuah hutan yang penuh dengan kabut, gelap dan juga dingin.
"Di mana kita harus mencarinya Yang mulia? Hutan utara salah satu hutan yang berbahaya yang dimiliki Dark Snow." tanya Bangchan di mulut hutan bersama Haechan.
"Aku juga tidak tahu sebenarnya." ucap Haechan dengan tertawa bodoh, lalu berjalan begitu saja memasuki area hutan.
Bangchan dengan cepat mengejarnya, tentu juga untuk melindunginya dia rasa jika dia membiarkan Haechan memimpin jalan begitu santai tanpa rasa takut, itu seolah menginjak harga dirinya sebagai seorang alpha dan raja, tentu dia juga bertanggung jawab akan keselamatan permaisuri, sebelum kaisar memenggal lehernya karena lalai melindungi omeganya.
Mereka berjalan bersama, Bangchan menatap waspada daerah sekitar sedangkan Haechan tentu saja berjalan santai, walaupun dia merasakan jika hutan terasa menakutkan.
"Itu ular, bagaimana bisa ada ular sebesar itu?" Haechan syok saat melihat ular yang tiba-tiba menghadang dan Bangchan segera membereskannya.
"Tenanglah Yang mulia, aku sudah membereskannya. Hutan utara terkenal dengan hewan buasnya yang unik dan mematikan." beritahu Bangchan dan memenangkan Haechan.
"Mengerikan." ucap Haechan ngeri, lalu kembali berjalan dengan waspada, tapi tak lama muncullah babi hutan dengan wajah menakutkannya yang siap menerjang dan Bangchan kembali membereskannya juga.
Mereka kembali memutari jalan selama beberapa menit dan Haechan mulai kelelahan, "Aku lelah berjalan, ditambah hutan ini banyak hewan menakutkan dan suara anehnya. Bagaimana aku bisa menemukan Jaemin dan Seungmin, Raja Bangchan kau tidak mendapatkan satupun petunjuk?"
"Maaf Yang mulia, saya benar-benar tidak mendapatkan petunjuk apapun, tapi boleh, 'kah aku tahu bagaimana Seungmin bisa diculik?" tanya Bangchan penasaran karena dia tahu Seungmin tidak pernah gegabah dalam bertindak, tapi bagaimana dia bisa diculik kali ini. Ada sebuah rasa khawatir dan marah yang terselip di hatinya, saat orang terpenting yang selalu menemaninya kemanapun diculik dan dia gagal melindunginya.
"Ada seseorang yang berkhianat dengan musuh dan menjebak Seungmin dengan dalih aku mengajaknya bertemu, untuk motif masih belum aku ketahui.
Sedikit membuatku bingung jika dia tidak menyukai kekaisaran Mark, harusnya dia berurusan dengan orang-orang kaisar Mark tapi dia justru menculik orangmu sedangkan dirimu hanya tamu kerajaan, menurutmu apakah dia ingin mengadu domba dua kerajaan?" ucap Haechan dengan wajah berpikir kerasnya.
"Itu bisa saja terjadi, ditambah Seungmin orang terpenting dalam hidupku." ucap Bangchan dengan serius.
"Sepertinya Seungmin benar-benar orang terpenting dalam hidupmu Raja Bangchan, apa yang akan kau lakukan pada orang-orang yang menculik Seungmin?" tanya Haechan penasaran.
"Akan kuhancurkan mereka karena berani mengusik milikku." ucap Bangchan serius dengan perasaan marahnya, karena ada seseorang yang berani menyentuh miliknya.
"Kau menyukai kaki tanganmu itu Raja Bangchan? Jujurlah padaku, tatapan cintamu sebenarnya terasa nyata kau hanya tidak mau mengakuinya." ucap Haechan dengan tertawa kecil.
Sebenarnya selama dia di istana dan bertemu Bangchan dengan kaki tangannya itu, dia melihat perhatian berbeda yang Bangchan berikan pada pelayan itu dan satu lagi tatapan serta senyumnya yang terpancar aura cinta membuat dugaan Haechan kuat, hanya saja Bangchan belum menyadari hal itu dan satu hal lagi kaki tangannya sangat mencintai rajanya serta setia bahkan rela menahan sakit, saat Bangchan dengan terang-terangan menggodanya.
"Maaf, sepertinya anda salah paham Yang mulia." ucap Bangchan yang bingung, walaupun hatinya tahu betul apa maksud Haechan.
"Aku yakin kau tahu maksudku, tapi untuk sekarang lupakan itu mari kita memutari hutan dan mencari mereka berdua." ucap Haechan dengan penuh semangat dan Bangchan untuk sejenak memikirkan ucapan Haechan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Flower Emperor
Fiksi PenggemarHaechan hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja di toko bunga, seseorang yang keras kepala, sedikit bar-bar dan baik hati, tanpa sengaja hari itu dia meninggal karena luka tusukan seseorang yang akan merampok tokonya. Bukannya berada di alam kem...
