part34

10.2K 799 87
                                        

Selesai dari pertarungan ayah dan anak, Haechan tiba-tiba pingsan dan membuat semuanya panik beruntung Mark ada disampingnya jadi dia bisa menahan tubuh omeganya.

Mark tanpa banyak bicara langsung membawa Haechan pergi, diikuti semuanya dari belakang dan Doyoung dengan cepat hadir untuk mengecek keadaan permaisuri mereka.

"Dia baik-baik saja bukan?" tanya Mark khawatir dan membiarkan Doyoung memeriksa.

Doyoung menganggukkan kepala setelah melihat keadaan permaisurinya, "Permaisuri hanya kelelahan Yang mulia, dan ada baiknya untuk saat ini permaisuri tidak menggunakan kekuatannya terlebih dahulu. Luka yang disebabkan pukulan dark klan masih belum sembuh sepenuhnya, permaisuri harus mengistirahatkan tubuhnya total."

Mark menghela napas dan feromonnya menguap secara tidak sengaja, karena dia marah pada dirinya sendiri yang selalu gagal melindungi omeganya.

"Jaemin, jaga permaisuri dan Chenle." ucap Mark dingin lalu pergi begitu saja, Jaemin sampai harus menahan napasnya begitu Chenle.

"Bagaimana keadaan permaisuri Yang mulia?" tanya Ten khawatir, dan menghentikan langkah Mark karena semua orang tengah menunggu di luar ruangan Haechan.

"Haechan hanya perlu istirahat Ratu Ten, dia akan baik-baik saja. Ada baiknya ratu dan raja Johnny kembali ke ruangan begitu semuanya." jawab Mark lembut, mau tidak mau semuanya menuruti perintah Mark tapi feromonnya yang menguar tidak enak itu bertanda Mark juga tengah serius kali ini.

Lalu Mark memanggil Lucas dan Niel untuk mengikutinya, ternyata kaisar kejam itu membawa ke dua pengawal itu di sebuah ruangan pengap dan menakutkan, bisa disebut ruang hukuman singkat.

Niel dan Lucas terlihat gugup dengan keringat menetes membasahi dahi mereka, sedangkan Mark menatap mereka dengan tajam tapi mereka sudah menduga jika mereka akan menghadapi hukuman.

Terlihat dengan kaisar mereka yang membawa kayu yang tidak tebal dan cukup panjang, lalu Mark menyuruh kedua orang itu untuk berlutut dan Mark mulai memukul punggung kedua pengawal yang dia tugaskan namun lalai melindungi permaisurinya.

Jeritan kesakitan tertahan cukup memilukan untuk disaksikan, tapi pantang bagi seorang prajurit kuat mengaduh sakit tapi Mark tidak peduli dia memukul beberapa kali, dengan Jeno disampingnya yang menyaksikan.

"Aku memberi kalian tugas untuk menjaga dan melindungi permaisuri, tapi kalian justru berkali-kali menempatkan permaisuri dalam bahaya dan rawan terluka. Terutama kau Lucas, mengapa kau tidak bisa tegas dan menolak perintah Permaisuri, padahal kau orang yang paling dipercaya dan aku percayai, bisa-bisanya kau lemah dibawah kaki permaisuri yang hanya seorang omega!" ucap Mark marah pada keduanya.

'Yang mulia, andai saja kau tahu jika Permaisurimu justru lebih banyak mengancamku dan bertindak semaunya. Sekalipun dia omega tapi kekuatannya setara dirimu.' batin Lucas menangis dan seandainya saja dia berani membuka suara serta membela dirinya, tapi sayangnya jika kaisar marah maka tidak ada yang boleh membuka suara kecuali dia diijinkan, dan Lucas masih sayang nyawanya untuk tidak mendebat Mark yang tengah marah.

"Dan kau Niel, jika Lucas tidak bisa bergerak mengapa kau tidak melawan permaisuri agar dia patuh! Cepat jawab." ucap Mark marah.

"Maaf Yang mulia, Permaisuri mengatakan jika dia adalah tuannya maka kami harus lebih patuh padanya daripada dirimu." jawab Niel jujur dengan keringat yang membasahi dahinya.

'Haechan, kau benar-benar membuatku gila berani sekali mengancam prajuritku' batin Mark yang tidak habis pikir dengan permaisurinya.

'Aku juga ingin melaksanakan tugas dengan baik, tapi Permaisurimu lebih ganas daripada dirimu bahkan misiku untuk membuat namanya buruk selalu gagal ditambah dirimu, yang lengket seperti linta padanya.' batin Niel berbicara.

The Flower EmperorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang