part21

12.7K 992 44
                                        

Setelah dari kamar Haechan, Jeno datang memberitahu Mark jika raja Guanlin itu menunggunya di ruang kerjanya, dan dia segera ke sana. 

"Ada apa kau menungguku?" tanya Mark dengan datar.

"Sebenarnya aku ingin berpamitan Yang Mulia, tidak enak aku menginap terlalu lama di kerajaan terlebih aku bisa memperhatikan omegaku, itu membuatku tidak bisa menahan diriku tapi aku mengingat batasanku." ucap Guanlin dengan santai.

"Aku mengerti, kau sudah boleh pulang. Terima kasih telah membantu dan melindungi omegaku." ucap Mark dengan tulus dan membuat Guanlin serta Jeno begitu terkejut, kaisar tidak berperasaan itu mau berterima kasih.

"Sama-sama Kaisar dan satu lagi, apa Yang Mulia tidak akan melakukan interogasi pada tawananmu akan penculikan anakmu dan penyerangan permaisuri?" tanya Guanlin mengingatkan Mark.

"Kau benar, aku melupakan dia karena terfokus pada penyembuhan omegaku. Jeno, dia masih tersegel dalam saljuku bukan?" ucap Mark yang mengingat para penyerangan itu.

"Tentu masih tersegel dengan baik, tidak ada yang bisa membukta segelmu kecuali anda sendiri." jawabnya dengan wajah datar.

"Kita interogasi sekarang, Guanlin kau bisa ikut jika ingin mengintrograsi juga terlebih kau yang menemani permaisuriku dan melindunginya." ucap Mark pada Guanlin.

"Suatu kehormatan untukku untuk ikut mengintrograsi tahananmu Yang Mulia." ucap Guanlin dengan senang hati.

Lalu mereka segera menuju ruang tahanan yang di bawah tanah dan saat sampai Mark tentu berjalan lurus dengan langkah yang angkuh, feromon kuat yang menusuk semua orang yang ada di sana untuk menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.

"Yang Mulia Kaisar, sayang keluarkan aku." teriak Gihoon saat Mark melewati selnya, tapi Mark tidak peduli dan Guanlin menatapnya dengan seringai, seolah mengejeknya kasihan membuat Gihoon kesal, "Apa kau lihat-lihat!"

Mereka akhirnya sampai di ruangan khusus dan terlihat gumpalan salju putih yang terbungkus rapi dan tidak meleleh, Mark merapalkan mantra di tangannya lalu melemparkan mantra itu hingga gumpalan salju itu terbuka dan terlihat seorang pria yang terlihat meraup udara dengan rakus serta napasnya yang terengah-engah.

"Apa motif tuanmu menculik anak dan melukai omegaku?" tanya Mark tanpa basa-basi dan pria itu menatapnya dengan kilat kemarahan, dengan deru napas yang memburu seperti dia habis dicekik.

"Tuanku ingin melihat kehancuranmu, kau hanya kaisar bodoh yang tidak pantas memimpin kerajaan black snow!" jawabnya dengan berteriak marah, "Kau tidak lebih hanya seorang kaisar bodoh dan brengsek yang tidak dapat melakukan apapun."

Tanpa basa-basi Jeno melayangkan tusukan pada perutnya akan penghinaan yang dia lakukan pada kaisarnya, terlebih pria itu meludai tuannya.

Darah keluar dari mulutnya dan ketiga alpha kuat itu menatap semuanya datar, "Lalu apa menurutmu Tuanmu yang lebih pantas? Jika dia ingin melihat kehancuranku, kenapa tidak menyerangku dan justru menyerang anak dan omegaku!"

Mark masih memasang wajah datar dan pria itu menyeringai dengan mulutnya yang penuh darah, "Omegamu adalah kelemahanmu, sudah seharusnya kami melukai dia terlebih dahulu sebelum dirimu!"

Mark mulai menggeram marah dengan mengepalkan tangannya kuat, sebelum dia menyerang, pria itu dia sudah mati karena jarum akupuntur yang begitu kecil menancap di lehernya dan membuatnya muntah darah dengan warna hitam.

"Dia terkena racun Yang Mulia." ucap Guanlin yang terkejut, karena melihat kematian pria itu sangat misterius.

"Sialan aku belum menghajar dan bertanya siapa tuannya!" Mark sangat kesal.

The Flower EmperorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang